Sedulur papat limo pancer 3
Cara bertemu sedulur kita :
- Lakukan pada malam kelahiran kita
-
Siapkan bahan ini : degan kelapa hijau, kopi pahit, teh pahit, daun serep dan daun telon menempel
-
Masukkan ke gelas berisi air mentah
-
Taruh di belakang pintu atau di meja kamar kita
-
Baca ya baathinu 9 x putaran tasbih selama seminggu
Cara yang lain :
-
Puasa 3 hari dimulai pada hari selasa kliwon
-
Tiap malam baca Ya baathinu 9 x putaran tasbih
-
Tiap solat fardhu baca 300 x


cara ini tidak akan manjur dan pasti akan sia-sia, karena tanpa gugah sedulur 7 tidak akan berhasil , jelas ini ajaran dari islam kejawen, hanya lelaku salah kaprah, kalau pingin sedulurnya hidup tanya pada aliran kejawen yang asli, jangan kecampuran islam, karna islam kejawen mengandung unsur politik yang mengaburkan ilmu kesaktian kejawen asli. dan tata cara spt diatas akan mengakibatkan orang mengalami penyakit halusinasi akut tentang gaib, bahaya loooo mas
Comment by cokro pandowo — June 4, 2009 @ 4:45 am
salam
mhn maaf saya tidak paham ritual yang diatas . membangunkan sedulur papat ritual jawa kok bacanya wirit bahasa arab .
saya salah lihat bacaannya atau memang ngawur caranya ya mas
mhn di berikan penerangan yang terang 1000x
terima kasih
Comment by mas tirto — June 11, 2009 @ 7:59 am
@ cokro pandowo dan @ mas tirto
Mungkin ini ya….yang di maksud banyak jalan menuju roma ( italia ) , tapi itu sekali lagi pendapat jadi apabila ada kekeliruan mohon di maafkan.
Ngomong-ngomong bisa share ndak ya membangunkan sedulur 7nya.
terima kasih atas sumbang saran sedulur semua
Comment by Administrator — June 13, 2009 @ 3:50 am
saya haturkan salam rahayu dumateng mas tirto, saya yakin mas tirto adalah sosok penganut kejawen murni, karena dari gelombang eter yang saya kirimkan telah diterima oleh asmo sejatinya mas tirto, nyuwun pangapunten mas , bilih kawula kebacut anggenipun babar pitedah dumateng kadang sami, salam kenal kagem mas tirto,.
Akan saya bahas sedikit tentang pengaktifan sedulur pitu,
pengaktifan pertama adalah : upacara ruwat pembersihan segala dosa yang pernah dilakukan mulai kanak kanak sampai dewasa. sedulur 7 pernah aktif semasa manusia itu masih bayi, karena bayi itu belum tercemar dengan dosa yang parah, maka sedulur 7 masih ikut secara gaib ngemong dan memberikan perlindungan , tetapi karena bayi itu bertumbuh dewasa dan sudah mengenal dosa maka gaib sedulur pitu akan terthimpit oleh dosa sampai mengalami kelemahan dan tidak aktif lagi. maka perlu pensucian secara ruwat .
dan yang kedua setelah diruwat harus suguh, kramas lodo merang ketan hitam dan suguh kembang mawar , telon , melati, dengan doa spt berikut :
1. NIAT INGSUN SESUGUH NGGUGAH SEDULUR KU , KAKANG KAWAH, ADI ARI-2, ADI RAH, ADI PUSER, SEDULURKU MAR LAN MARTI, tangio marang ragaku, jangkungen kanti temah slamet. kanti panguasane Gusti kang Murbehing dumadi. lalu menepuk dada sebelah kiri. dan dengan iman mengatakan ( tangio marang ragaku 3 x )
bersambung…. besok
Comment by cokro pandowo — June 15, 2009 @ 9:51 am
Tentang sedulur pitu hanya ada dikitab jawa , kalau ada versi arab itu jelas rekayasa dan pasti tidak akan pernah aktif walaupun dicoba dengan cara apapun. apalagi dengan wirid basa arap, kalaupun ada yang bisa dengan versi arap hub saya ( 081.931016243 ) akan saya buktikan kalau itu hanya reka-reka saja …. mohon maaf kalau menyinggung, rahayu
Comment by cokro pandowo — June 15, 2009 @ 9:57 am
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih sebesar-besarnya kepada mas cokro pandowo yang berkenan medar sedulur pitu disini.
Menurut saya memang falsafah dan budaya jawa harus bangkit kembali agar kita bukanlah termasuk orang yang lupa dengan jati dirinya.
Terkait masalah ruwat caranya gimana ya….?
Mohon dilanjut kembali
Comment by Administrator — June 25, 2009 @ 2:15 am
tentang ruwat / penyucen adalah : manusia harus di mandikan tujuh air sumber yang ada di wilayah jawa, bunga tujuh rupa,
minyak tujuh bau, dan tujuh pengeling-eling yang diwedarkan oleh pemimpin ritual, untuk ngaweruhi pada dasarnya 7 hari TUhan menyempurnakan ciptaannya, 7gaib pula manusia terbentuk, bahkan 7 cakra mulia manusia terbekali kekuatan, dan 7 sedulur gaib manusia terlindungi, 7 mantra jawa manusia akan melihat gaib, 7 hari manusia akan menjalani waktu ( senin s/d minggu ) 7 patrap manusia akan mengalami kasampurnan,
CARA RUWATNYA adalah mandi air 7 sumber dicampur bunga 7 rupa dan setetes minyak 7 bau dengan niatan
“SUN lelaku penyucen kanggo ragaku, jiwoku lan sukmoku kersaning Gusti kang murbeng dumadi” lalu mandi jam 12 malam. per air sumber akan mempunyai rasa yang tidak sama ditubuh anda. itulah cara sederhana ttg ruwat.
Comment by cokropandowo — June 29, 2009 @ 5:57 am
Hingga saat ini bapak masih setia membimbing kita-2 dan dengan keterbukaan bapak sampaikan semua itu, sekali lagi terima kasih.
Apakah harus dipimpin oleh pemimpin ritual pak…?
Mohon penjabaran lebih lanjut.
Comment by Administrator — June 29, 2009 @ 6:05 am
coba saja lakukan ruwat itu , secara otomatis akan datang 7 penjuru khodam tanah jawa , salah satunya sabdo palon noyo genggong yang berjanji akan membangkitkan manusia jawa dengan mendatangi spiritual -2 jawa. karna beliau termasuk yang merawat tanah dan gunung ditanah jawa. nanti ada tandanya anda akan tahu.
Comment by cokropandowo — June 29, 2009 @ 6:18 am
Ruwat harus ada yang memimpin karna mana bisa anda wedar dan sesuguh sendiri. tapi anda coba moga aja bisa? …… dengan kemantapan hati, nanti akan saya kirim ilmu untuk bisa merasakan gerakan sedulur 7 yang bisa bergerak sendiri termasuk pukulan gaib untuk mahluk halus setan jin dll.
Comment by cokropandowo — June 29, 2009 @ 6:28 am
kalau dari keterangan Bapak sepertinya memang harus ada pembimbing, apalagi ini adalah laku spiritual sehingga kehadiran seorang pembimbing mutlak diperlukan.
Mungkin ini perasaan personal, bisa ndak orang seperti saya yang materi pas-pasan mendapatkan bimbingan itu…?.
Mohon tanggapan. Terima kasih
Comment by Administrator — July 1, 2009 @ 12:27 pm
Sebenarnya bisa orang melakukan ritual sucen sendiri tapi lelaku itu berhasil atau tidak biasanya sulit untuk diketahui. caranya tetap gunakan 7 sumber mata air , 7 bunga, 7 minyak ( 1 minyak 1 cc Rp. 3000 ) dgn doa : ingsun lelaku penyucen kanggo ragaku, jiwoku lan sukmoku kersaning Gusti kang murbeng dumadiā lalu mandi jam 12 malam. kalau rasa dari 7 sumber itu berbeda-2 maka kemungkinan berhasil.
lalu sediakan kopi 1 gelas, air putih 1 gelas, dupa 7 dinyalakan, nasi putih 1 kepal ditaruh di piring kecil, jadikan itu sesuguh dikamar , pada saat sesuguh mengucapkan doa : “niat ingsun sesuguh ngaweruhi sedulurku kakang kawah, adi ari-2, adi rah , adi puser, sedulurku mar lan marti. tangio marang badanku, jangkungen ragaku nganti temah slamet ”
lalu dilanjutkan puasa 3 hari mulai mulai selasa kliwon. nanti untuk mengetahui apakah sedulur pitu masuk ada doanya. bersambung….
Comment by cokro pandowo — July 2, 2009 @ 2:02 am
ini doanya plus sebagai sarana penyerang gaib yang digerakkan oleh sedulur mar dan marti :
ambil nafas ditahan sambil membaca doanya dengan kaki bersila tangan posisi spt yoga. apabila belum bergerak ulangi lagi mantranya berkali x dibaca dalam hati.
Sun matek aji montro dirgo
Rogomulyo roso jati ingsun
podo sebo marang dumadi
suro diro joyo ningrat
lebur dening pangastuti
hayu hayu hayu rahayu
kersaning Gusti kang moho suci
sedulur pitu akan menggerakkan raga kita dengan otomatis
kalau kita tidak bisa melihat gaib maka sedulur pitu akan secara otomatis menyerang gaib negatif sesuai dengan perintah kita,
PASTIKAN BERHASIL, KARNA INI TIDAK MAIN MAIN
KALAU BELUM BERHASIL CALL SAYA ( 081. 931016243 )
KYAI JATI WANGI. ( perguruan kejawen putro mojopahit )
Comment by COKRO PANDOWO — July 3, 2009 @ 6:14 am
cara puasa seperti puasa romadlon, tetapi makan hanya sekali pada saat buka mahrib dan puasa lagi sampai sahur , sehabis sahur dilarang tidur lagi lanjutkan hingga sore , siang jangan tidur usahakan sering merapal pada saat puasa. pasti sukses karna murid-murid saya 99% berhasil mengaktifkan sedulur 7nya.
Comment by COKRO PANDOWO — July 3, 2009 @ 6:20 am
ingat efeknya pada saat merapal akan terasa panas diruangan rumah bahkan keluarga sampean akan merasakan efek panas juga. beritahukan pada anak istri saat lelaku puasa. supaya tidak kaget semoga berhasil …. Gusti MOHO SUCI tansan amberkahi putro-putro jawi Amien.
Comment by COKRO PANDOWO — July 3, 2009 @ 6:24 am
Terima kasih atas kesediannya yang selama ini dengan tulus membimbing kami, semoga Tuhan membalas budi baik Bapak.
Apakah 7 mata air itu bebas mengambil dari mana saja, 7 minyak itu apa jenis minyak wanginya berbeda, dan kemudian di satukan dalam ember untuk dijadikan mandi tersebut ya Pak….?.
Terima kasih
Comment by Administrator — July 3, 2009 @ 1:06 pm
air sumber boleh diambil dari daerah mana saja asal dari mata air asli, tuang ke dalam bak masing-2 satu sumber satu bak, bunga juga satu bak satu jenis bunga.
mengenai minyak 7 rupa minyak jadikan satu mangkuk lalu usapkan di dahi sampai leher belakang setelah mandi 7 air
smoga berhasil. RAHAYU
putro mojopahit tansah ndeder kawicaksanan sami. nuwun
Comment by cokro pandowo — July 24, 2009 @ 1:14 am
1.kemarin saya pikir, kita ambil masing-2 mata air satu botol aqua kemudian jadikan satu dalam ember dimana yang paling banyak diambilkan air terdekat yang mana bisa mencukupi untuk mandi….kalau begini boleh ndak…?
2.minyaknya itu di usap di kening muka hingga leher belakang atau hanya kening dan leher belakang…?
Terima kasih atas bimbingan dan arahannya, semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak.
Rahayu
Comment by Administrator — July 28, 2009 @ 10:42 am
sampeyan lama lama nganeh nganehi aja , kalau air dijadikan satu gimana dengan makna sedulur pitu, karna tiap sumber ada juluk nya sumber satu mewakili kakang kawah : yang artinya sumber dari pengawit ( cerita asal mula bayi dilahirkan ketika masih dalam telaga tanjung ) smua orang kejawen akan tau itu mas.
yang kedua minyak harus diusap dari dahi ( arti dari asal pamikir ) cerita ketika sedulur pitu ngawiti mikir urip.
hal ini smua orang kejawen-2 kuna akan tahu juga.
jadi jangan merubah ritual yang sudah terwahyukan mas kualat he he he
Comment by cokro pandowo — July 31, 2009 @ 6:08 am
hehehe….terima kasih sekali pak atas wejangannya, saya ndak mau kualat lho….makanya saya tanya atas penalaran saya.
Memang dengan begni kita jadi semakin jelas dan paham.
Rahayu
Comment by Administrator — August 5, 2009 @ 12:56 am
Carito sedulur 7 ( saknaliko pitung sedulur lagi nglakoni topo broto ono ing jero GUA Garbo ya sesebutan gua purno dumadi
suwene sangang wulan sepuluh dina, tansah kepikiran si kakang barep ya sesebutan kakang kawah kang duweni laku nitahake sabdone Gusti kudu ngiring lampah brojole sijabang bayi . saknaliko wektune si kakang kawah ajak-ajak sijabang bayi nglereni anggone topo kanti rerayu ” delengen padange jagad gumebyaring bumi duh adiku tansoyo endah yen siro gelem nyawang kerlap kerlip wernane sunar kasunyatan. tanpo den pikir jabang bayi tangi sarono wat wat sakuwat gonjing guwa jabang bayi tumungkul gandeng adine ari ari.
rumongso den apusi mulo jabang bayi mular tinangisan, dudu gebyaring jagad endah nanging roso adem njejet kang karoso
nanging si ADI ARI-ARI kang kanggonan wicaksono tansah kekudang, ojo nangis mengko dak rewangi sarono sukmo suci, tak belani kanti pecahing dodo wutahing ludiro, mula tekane adi RAH kang kasebut getih melu metu naliko asmane disebut gandeng adi puser, jangkep teko 5 sedulur kang ngrampungi topo broto banjur teko kang senebutan Sukmo putih empune panguripan yo Mar lan Marti kang tansah ngayomi tapaning sedulur limo ( MAR ateges roso samar sak durunge dulur limo lahir, MARTI ateges roso lego sak wise dulur limo dilahirno. tugase mar lan marti yoiku cipto gaib wenehi pengayoman mring guru cipto ( perlindungan kpd ibu )
yang menghubungkan komunikasi gaib antara anak dan ibu.
apabila bayi mengalami bahaya maka ibu akan merasakannya
itu tugas MAR dan MARTI.
Comment by cokro pandowo — August 5, 2009 @ 8:38 am
jangan salah yang namanya empunya panguripan itu untuk kehidupan didalam gua Garbone ibu, karna secara umum bahwa empunya kehidupan itu Tuhan. lalu cipto gaib itu roh suci yang kalau bayi sudah besar akan mendapatkan asmo ( asmo > ini khusus untuk orang jawa / kejawen, makanya di arab tidak ada, kalau ada yang mengaktifkan dulur 7 pakai doa arab itu jelas ngawur.
Comment by cokro pandowo — August 5, 2009 @ 8:47 am
ADI ARI ARI berjanji bakal ngayomi bayi nganti pecahing dodo wutahing ludiro, mulo diteruske anggone topo broto ing jero bumi, mulo iku ari ari mesti di pendem ngarep omah sarono lampu teplok ateges topo broto dolek pepadang nenuwun pengayomane Gusti Moho Suci kangge keslametane bayi.
ora ketinggalan den pesenke marang si adi puser kang empune kesarasan supoyo ngayomi lewat kesehatan. mulo yen bayi panas cukup den tempelke ing dadane bakal ora suwe temah saras. den pesenke marang adi rah yen bayi meneng bakal dikudang kudang nganti temah mesem mula bayi ngguyu dewe, den pesenke marang kakang kawahe kahanan pangane mulo yen bayi luwe/ngelak susu mesti tetek e ibune bakal kroso ngrangsemi lan metu susune.
iku kabeh pesene adi ari-ari marang sedulure supoyo jogo sijabang bayine. nganti temah gede.
Comment by cokro pandowo — August 5, 2009 @ 9:07 am
cekap semanten carito kulo saking Putro Jowo, nggih putro-2 Mojopahit kang tansah manguri-uri budoyo jawi ingkang kebak misteri lan seni, mugo sedoyo sageto meguru marang guru carito kanti wicaksono. hayu hayu hayu rahayu kersaning Gusti Moho Suci.
Comment by cokro pandowo — August 5, 2009 @ 9:11 am
Sungguh tiada kata-kata yang cukup saya sampaikan untuk sebagai bentuk terima kasih kami atas wedaran-2 babagan budaya ( budi dan daya ) jawa kepada kami, terus terang kami membutuhkan itu, kami tak ingin sebagai manusia seng lali karo lanjarane, seng lali karo kulite,sekali lagi terima kasih.
( sekiranya saya pantas ngangsu kawruh dateng penjenengan, sungguh senang rasanya )
rahayu…..rahayu…
Comment by Administrator — August 11, 2009 @ 4:30 am
terima-kasih ats penjelasannya ttg dulur 45 pancer,krn saya adl org jawa,maka saya perlu tahu dan cara mengaktifkan hal tersebut unk berbagai keperluan saya pribada dan keluarga…………mungkin bisa di kasih contak telp and allamat bila mana ad keperluan bisa ketemuan untik ANJANGSANA……………..MATUR NUWUN SANGAT PENJABARANIPUN……..MENAWI WONTEN MONTRO KANGGEM MIGUNAAKEN DOY MENIKO..DOS PUNDI…..KULO RAANTOSSS
Comment by ARIS MLG JATIM — October 16, 2009 @ 3:31 pm
Saya jadi bingung, yang akan membuat kita selamat dalam perjalanan menuju si Maha Ruh sebenarnya siapa ?
Mohon wejangannya Bapak-bapk !
Makasih.
Comment by Jati Kaltim — October 17, 2009 @ 12:14 am
RAHAYU pinanggih dumateng poro kadang-2 jawi ingkang tansah manguri-uri budoyo jawi, estu kawulo tansah sumringah menawi kathah jiwo ingkang gredek ngelak piwulang wedaranipun poro sepuh jawi nggih poro leluhur ingkang sampun tuntas anggenipun nrajang babat jawi. Kulo Cokro Pandowo telp. 081 931016243, alamatipun Perguruan KEjawen Desa Betro, gedangan sidoardjo. menawi panjenegan bade sowan nyuwun pepadang sedulur 7 monggo kawulo tampi kanti bungahing penggalih.
untuk menjawab pertanyaan No, 27 perlu anda berpikir sebentar. dari sudut mana anda bertanya ? sebagai orang agama atau kejawen.
Comment by cokro pandowo — October 17, 2009 @ 2:27 am
Eyang Cokro, salam kenal, saya Jati dari Kaltim. Mohon penjelasan tentunya bukan dari sudut pandang agama apapun, tapi dari sisi spiritual jawa yang ortodok asli. Ini lebih pas untuk saya sebagai orang nusantara.
Suwun.
Comment by jati kaltim — October 18, 2009 @ 1:22 pm
0000000000000
Comment by Eka — October 20, 2009 @ 11:48 pm
Yang membuat manusia selamat dunia akherat adalah diri kita sendiri, Tuhan sudah memberikan banyak jalan dan itu di globalkan menjadi 2 pilihan antara yang BAIK dan Jahat, barang siapa memilih jalan baik maka mereka akan diselamatkan, dalam kebenaran itu Tuhan akan membimbing dengan berbagai Roh penolong contohnya ROH SUCI, NUR MUHHAMMAD, SATRIO SEJATI, ROH KUDUS, TEDJO SUCI itu adalah nama nama Roh Tuhan yang disertakan pada manusia yang memilih kebenaran. Kebenaran adalah laku spiritual yang intinya adalah manunggal dengan TUhan , maka banyak disebutkan sebagai manunggaling kawulo marang Gusti. artinya menyatunya TUhan dalam bathin kita membuat kita selalu dibimbing Roh Tuhan dalam kebenaran
Comment by cokro pandowo — October 21, 2009 @ 1:40 am
jawaban yang ke 2 ( ortodok ) adalah bahwa manusia secara liturgi jawa mengalami kasampurnan, mukso itu bagi manusia yang menjalani hidup dalam kebenaran sejati , kalau manusia itu banyak melanggar aturan kebaikan manusia itu akan mengalami perputaran hidup kalau mati dengan kebaikan maka akan terlahir kembali dengan hidup baik, kaya, enak, tetapi kalau manusia itu hidup dalam kegelapan / laku jahat akan mengalami terlahir menjadi binatang .. bisa disembelih, di siksa dengan ragam kegiatan manusia pada binatang. lebih dikatan inkarnasi.
Comment by cokro pandowo — October 21, 2009 @ 3:30 am
Terima kasih Pak Cokro,
Wah, kayaknya saya ndak mau nitis ke derajad yang lebih rendah. Cuma, apakah untuk mensucikan diri disamping berperilaku baik juga harus melalui ritual yang sudah ditentukan ? Tidak adakah cara selain itu yang lebih bisa diterima oleh kalangan terpelajar ?
Mohon petuah lanjutan…..
Comment by jati — October 21, 2009 @ 6:14 am
tanpa ritualpun manusia bisa mensucikan diri dengan cara mengheningkan cipta selalu , atau lebih modern dengan berdoa meminta pengayoman dan pengampunan akan kehidupan kita mulai pagi hinga pagi. yang penting selama kita sebagai manusia mampu membuat hati Tuhan senang maka kita akan dilayakkan, artinya dalam hidup kita selalu menyenangkan hati tuhan. dengan perbuatan dan laku yang baik dan benar.
Comment by cokro pandowo — October 22, 2009 @ 5:43 am
Terima kasih sekali Pak Cokro, minimal saya berupaya membangun kebaikan mulai dari diri, dengan harapan kedepan akan berimbas kepada keluarga dan lingkungan. Saya yakin melalui nilai-nilai luhur ajaran budi pekerti akan mempu memperbaiki keadaan alam semesta ini.
Comment by jati — October 23, 2009 @ 12:53 am
Selamat datang kembali Pak Cokro, saya tunggu -2 dan alhamdulillah tuhan masih mempertemukan kita, begitu banyak petuah yang sampean sampaikan kepada kami yang begitu awam ttg kejawen ini.
Kalau boleh nambah Pak Cokro, saya berpendapat bahwa kita ini tidak punya kuasa atas kehendak Tuhan ( Titah ), sehingga saya setuju atas Pak cokro sampekan di atas, dengan menyadari kita ini hanyalah sekedar menjalankan segala titahnya apapun itu, mulai dari getaran ujung rambut sampai menekuknya ujung jari kaki kita tidak luput dari titah-Nya.
Pengabdian…pengabdian..Terima kasih untuk semuanya.
Rahayu
Comment by Administrator — October 31, 2009 @ 3:33 am
test
Comment by jati — November 23, 2009 @ 4:51 am
Test
Comment by ita — November 25, 2009 @ 12:55 am