Kyai Naga Sasra dan Sabuk Inten
Sebuah cerita kepahlawanan dari Demak Bintoro Special for Netter anak-anak kota WALI Demak
Overview :
Adalah Mahesa jenar yang bergelar Rangga Tohjaya murid dari ki Ageng Pengging Sepuh ( Pangeran Handayaningrat ) anak dari Brawijaya lima dari majapahit merupakan seorang perwira dari divisi Nara manggala ( Paspampres ) Kerajaan Demak. Dia memiliki saudara seperguruan yang sekaligus anak dari gurunya bernama Kebo kenanga ayah dari mas karebet ( jaka tingkir yang kemudian menjadi raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya yang merupakan menantu dari Sultan Trenggana dari Demak ).
Karena adanya perbedaan keyakinan ia keluar kemudian berkelana untuk mencari Pusaka yang hilang dari keraton Demak bernama Kyai Nogo Sosro dan Sabuk Inten. Didalam pengembaraan itu dia bertemu para tokoh sakti yang menjadi jawara pada waktu itu baik dari golongan hitam seperti Lowo ijo berserta gurunya pasingsingan dari alas mentaok, nagapasa dan jaka soka bajak laut dari nusa kambangan,Simarodra penguasa gunung tidar maupaun dari golongan putih seperti Titis Anganten dari banyuwangi , Kia Ageng Sora Dipayana dari banyubiru kab.Semarang Jawa Tengah ,Kiageng pandan Alas dari gunung kidul,Dan yang paling menggetarkan adalah tokoh tua dari bukit karang tumaritis yang bergelar Panembahan Ismoyo atau pangeran Buntara adik dari brawijaya.
mahesa jenar adalah tokoh yang cinta perdamaian walaupun dengan kesaktiannya dia mampu menumpas tokoh yang paling sakti sekalipun seperti Simarodra. Dikisahkan bagaimana muridnya Arya Salaka dari banyubiru ingin merebut kembali daerahnya yang dikuasai oleh Sawung sariti,dia sudah bertekad melakukannya dengan peperangan karena tidak ada jalan lain melawan orang -2 licik seperti sawung sariti yang sebenarnya kemenakannya.tetapi mahesa jenar melihat bahwa didalam lingkunan sawung sariti ada kakek arya salaka sendiri yang tidak lain Ki Ageng Sora Dipayana. dan pada keadaan itu tidak diketahui dia akan berpihak kepada siapa dan apabila dia berpihak kepada sawung sariti maka kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu kematian kiageng Sora dipayana. Atas pertimbangan itu maka mahesa jenar membujuk arya salaka untuk menemuhi kakenya agar dapat merundingkan persoalan itu.
Sebagai seorang ksatria dia juga seoarang pemuda pada umunya dimana mengalamai jatuh cinta pada seorang gadis dan gadis itu bernama rara wilis anak dari simarodra seorang tokoh hitam kenamaan.namun ia memilih jalur hidup kakeknya yang membela kebenaran yang tidak lain ki Ageng pandan Alas dari wanasaba.
Diakhir cerita kedua pusaka ditemukan di bukit karang tumaritis dan disimpan oleh panembahan ismoyo kemudian oleh panembahan diserahkan kepada mahesa jenar untuk diserahkan ke istana Demak.
Selengkapnya dapat saudara/i unduh di sini


Ini semuanya hanyalah dongeng dagelan2 agama hindu yg masih nyembah patung2 bisu tuli yg dibikin penyembahnya sendiri. Dan juga dongengan2nya juga dikarang oleh penyembah2nya sendiri, yg kemudian di-dramatisir sedemikian rupa juga oleh penyembah2 patung tsb.
JADI KESIMPILAN SEMUA INI ADALAH SYIRIK ATAU MENYEKUTUKAN ALLAH SWT. DAN MENYESATKAN MANUSIA.
Comment by Dewi Pinky — September 25, 2008 @ 8:28 pm
TQ atas komentnya.
Menanggapi itu saya hanya bisa katakan bahwa sekali lagi ini cerita kepahlawanan yang dengannya kita bisa tergugah untuk meneladaninya bukan malah sirik karena itu dosa tak berampun
Comment by Administrator — September 26, 2008 @ 6:40 am
@Dewi Pinky
Mahesa Jenar dalam cerita ini beragama Islam.
Naga Sasra dan Sabuk Inten, Senopati Pamungkas dan bahkan Pendekar 212 Wiro Sableng sekalipun merupakan karya sastra yang jauh lebih berbobot dibandingkan dengan karya2 seniman muslime modern seperti Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih
Comment by Adi — November 8, 2008 @ 6:34 am
cerita tersebut sekaligus juga sebagai nguri-2 budoyo jowo
Comment by Administrator — November 12, 2008 @ 7:03 am
eaalaah gak usah ramai mas2 ini hanya sebuah fiksi saja kalau bagus ambil hikma kalau ngak ya di buang saja gak usah gontok2 an wis gak jamane
Comment by zohel — November 17, 2008 @ 7:45 am
Ok….Ok…….
damai saja ya……
Comment by Administrator — November 18, 2008 @ 8:00 am
Mas saya mau dowload kok mboten valid niku kenging menopo nggih, nyuwon tulung nggih mas mangke kulo tenggo emailipun matur nuwon sanget
Comment by Eko — December 17, 2008 @ 1:38 am
link downloadnya sudah aku perbaiki,
coba lagi ya…..
Comment by Administrator — December 18, 2008 @ 9:10 am
saya sangat seneng baca cerita naga sasra sabuk inten ini. ya mungkin bisa kita tiru kebaikan-kebaikan menurut cerita tersebut. wah makasih banget bagi yang mengarang ataupun yang menulis cerita ini.tanks ( yatno )
Comment by masyatno — December 22, 2008 @ 12:01 pm
sudah baca lengkapnya belum…?
bagus banget memang
Comment by Administrator — December 23, 2008 @ 7:39 am
ya slama ini aku memang seneng banget baca-baca tentang naga sasra sabuk inten ini mas. tapi ya blum semuanya ampe akhir cerita, aku sich pingin banget ngerti, isi tentang cerita-cerita ini mas.
Comment by masyatno — December 23, 2008 @ 9:31 am
boleh tahu aslinya mana…?
Comment by Administrator — December 23, 2008 @ 12:46 pm
aslinya aku orang madiun mas. tapi sekarang lagi kerja di, di jakarta mas.
eh ya mas ternyata cerita ini panjang juga yach ampe 171 episod, wah bisa selesai 1 bulan nih bacanya hehehhehehehe
ya sekedar buat hiburan sehari-hari di waktu istirahat kerj aku ja mas.
Comment by masyatno — December 24, 2008 @ 12:21 pm
oh ya aku juga udah dapet downloadnya. makasih banyak ya mas.
Comment by masyatno — December 24, 2008 @ 12:25 pm
sama-sama.
kemarin ndak ikut cpns mas…..itu ada temenku yang keterima di madiun, dia orang sragen.
Comment by Administrator — December 28, 2008 @ 1:54 am
o0oh aku gak ikut mas? aku balik lg ke kerjaanku yang dulu. setelah lebaran kemaren itu balik ke jkt? oh ya mas sragennya daerah mana? kenal ma daerah bakpao/mantingan gak?
Comment by masyatno — December 28, 2008 @ 3:38 am
bukannya mantingan daerah ngawi….!
eh emailmu kalau aku reply kok ndak aktif ya…?
Comment by Administrator — December 28, 2008 @ 4:03 am
masak sich mas emailku g aktif ni alamat emailku rizal_septiawan@yahoo.com .
aku juga punya saudara di daerah sragen mas. kl gak salah daerah pasar tangen. kalau mas solonya daerah mana ya kl boleh tau……?
Comment by masyatno — December 28, 2008 @ 7:57 am
aku ini di brongkol kec.jambu ambarawa.
coba kamu email aku nanti akan aku replay bisa ndak…?
Comment by Administrator — December 30, 2008 @ 8:48 am
alamat E-mail mas yg mna heee….
ni mas aku dah nyampe 56 episod bacanya wih sangat seru.
ngomong-ngomong
ni rom kok penghuninya cma ber2 ja mang yang laen pada kemana?
Comment by masyatno — December 30, 2008 @ 10:44 am
ini emailku :khoirul.a@gmail.com
aku juga ndak tahu pada kemana nih
Comment by Administrator — January 3, 2009 @ 1:05 am
met tahun baru za mas. he…..maaf telat ngucapinya? abis keasyikan liburan ni lagian baru ja pada pulang.
Comment by masyatno — January 3, 2009 @ 2:02 am
sama-sama mas, smoga lebih baik ditahun ini.Amiin
Comment by Administrator — January 13, 2009 @ 3:59 am
mas leh tau g nich, slama ini mas di samping ni kerja apaan mas ? trus mas uda berkluarga ya ?
Comment by masuyatno — January 13, 2009 @ 6:44 am
saat ini jadi kuli pabrik mas….
angkat junjung komputer,bersihin komputer dll.
Saat ini alhamdulillah sudah punya anak dua.
Comment by Administrator — January 13, 2009 @ 12:11 pm
ya alhamdulillah, kan dah cukup tuk bisa menghidupi kluarga mas/ kebutuhan2 kluarga mas. beda ma aku yang masih bujang ni mas, masih pingin merantau dan cari pengalaman yan lebih banyak lagi. masih pingin suka2(bersenang2) menikmati masa-masa remaja.
Comment by masuyatno — January 14, 2009 @ 2:08 am
Alhamdulillah berkat do’a sampean bisa mencukupi kebutuhan keluarga termasuk hutangnya.
aku dukung semangat anak muda seperti sampean, mumpung belum terikat dengan tetek bengek keluarga
Comment by Administrator — January 14, 2009 @ 11:41 pm
ya amin” mungkin pendapet orang2 lain kalau pujangan tu g perlu mikirin segala kebutuhan yang tetek mbengek , tapi yang menyangkut masalah maupun kebutuhan yang aku alami ni sangat beda bagi mereka yang mengalami nasib kayak yang aku alami sekarang mas. jujur ja sampe sekarang saya maupun keluarga saya tu masih berantakan walaupun semua dah pada kerja sendiri2 tapi lom da yang mapan mas.
Comment by masyatno — January 15, 2009 @ 5:50 am
oh ya mas ni kan aku dah slesai baca cerita ampe akhir episode. trus ni aku kepingin cari cerita yang sebelumnya mas. saya pernah denger dan ngliat temen aku da yang dapet cerita ni tapi yang tentang gajah mada, dia seneg baca2, trus ujung2nya nyampe cerita ini mas naga sasra sabuk inten. sekarang yang ingin aku tanyakan apakah bener cerita naga sasra tu kelanjutan dari cerita gajah mada?
Comment by masyatno — January 18, 2009 @ 5:20 am
Mungkin juga mas, tetapi hanya sebatas pada pusakanya saja.
Mungkin sampean sama dengan aku,hingga larut dalam dunia mayanya cerita tersebut seolah-olah tak mau cerita itu berhenti sampai disitu.
mengenai diri kita, terkadang kita ada benarnya mengejar kemapanan hidup namun yang terpenting bahwa kita masih berada dalam bingkai-2 yang kita yakini. Amiin
Comment by Administrator — January 19, 2009 @ 12:39 pm
kamu punya cerita kyai sangkelat ndak…?
Comment by Administrator — January 20, 2009 @ 12:34 pm
gak ada mas ntar coba tak carinya? ni aku sementara masih asyik baca tentang gajah mada mas. apa mungkin mas sendiri punya cerita itu? kalau ada aku minta dunk mas ?
Comment by masyatno — January 20, 2009 @ 1:20 pm
aku juga ndak punya…..
Comment by Administrator — January 22, 2009 @ 7:00 am
asS, mas gimana kabarnya … ?
maaf lama gak ada kabarnya …….
oh ya udah ada cerita baru lagi gak yang bagus
dan manarik ….
Comment by masyatno — February 10, 2009 @ 4:53 am
Hi lam kenal moaas …
saya penggemar karya SH Mintardja, seneng banget ada cerita Nagasasra-Sabuk Inten, jadi inget waktu jalan-2 sama Rara Wilis
he … he … he …
Comment by Abi — February 17, 2009 @ 5:35 am
Walupun certa Fiksi tapi dipadu dengan sejarah ,akhirnya cerita ini sangat bagus
Dan saya sangat suka , semoga cerita ini menjadi suri tauladan bagi kita-kita yang menjadi bagian dari leluhur jawa kita.
Comment by zainal — February 18, 2009 @ 4:12 am
@ masyatno
Alhamdulillah apek mas…….
aku dikasih tho cerita yang bagus
Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:23 am
@Abi
Salam kenal juga mas…
rara wilisnya mahesa jenar atau sampean ya…?
Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:30 am
@zaenal
Memang sip mas hingga tak mau terputus
Amiin.
Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:44 am
wih wih wih makin banyak aja yang gila dengan cerita ini ….
emang sangat menarik kok mas ?
oh ya ………? salam kenal balik semuanya yach …………..??
Comment by masyatno — February 22, 2009 @ 9:02 am
komentar makin banyak, berarti cerita ini menarik. pro dan kontra tergantung sudut pandang pembaca ? tapi kalo melihat dari sifat lakon yang diidentifikasikan dengan legenda, saya pikir sangat menarik dan mungkin bisa dijadikan kajian diri dari keberadaan sifat diri. spanjang tidak mengkultuskan nama lakon tentu jauh dari apa yang disebut sirik ????????
Comment by alam suar — February 27, 2009 @ 6:22 am
@masyatno
Apa mau ditambah lagi ya ceritanya….
@alam suar
Betul yang sampean utarakan, segala sesuatu punya maksud dan tujuan tergantung bagaimana kita mau mensikapinya.
Terima kasih telah mampir
Comment by Administrator — February 27, 2009 @ 8:52 am
QIYAMUL ISLAM
KI SAPTO RENGGO
Griya Utama Blok C3 No.8, Karang Satria, Bekasi, Indonesia
Telephone : +62-21-93656069, +62-21-91976838
______________________________________________
Bekasi Jum’at Kliwon 13 Maret 2009 / 16 Rabiul Awal 1430
Kepada Saudara
Di Tempat
Salam sejahtera dan damai selalu teruntuk saudara di kediaman.
Semoga kasih sayang dan rahmat tuhan menyertai kita semua, semoga pula arwah para leluhur mendapat ketenangan, kebahagiaan, dan sorga dari Tuhan yang maha membalas semua amal perbuatan hambanya, saudara setaman bunga melati sudah mulai semerbak mewangi, Garuda Eka Paksi Terbang Tinggi dengan Gagahnya, walau ia tetap bersemanyam di lubuk hati, Gema Lagu Padamu Negeri dan Shalawat Badar berkumandang di Angkasa Raya. Mutiara yang terserak bersatulah dan jahitlah Merah Putih yang terkoyak. Kesatuan dan Persatuan sungguh indah bila terwujud. Nusantara sudah saatnya wajahmu memancarkan pesona Kemulyaan….!!!!….
Marilah saudara berjabat tanganlah kita semua, agar Gemah Ripah Loh Jinawi tercipta….!!!Sambutlah Uluran tangan ini, Marilah kita berpelukan dengan mesra, bagaikan Adam dan Hawa, Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa.
Salam Kasih dan Damai
ttd
( Ki Sapto Renggo )
‘PANGELING – ELING’
Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran
Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya…
Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan
Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…!
Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan
Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…!
Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman
Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…!
Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu
Sementara kau ikuti bisikan nafsu
Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…!
AKI II
SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA
1. Ramah 6. Saling menghormati
2. Sopan Santun 7. Fanatik
3. Gotong Royong 8. Penurut
4. Pemalu 9. Bersyukur
5. Mistik 10.Sabar
SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI
1. Saling mencurigai
2. Hilangnya kesopanan
3. Apatis terhadap kepentingan orang lain
4. Hilangnya rasa malu
5. Tidak mempercayai yang ghaib
6. Hilangnya rasa hormat
7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama
8. Pembangkang
9. Hilangnya rasa Bersyukur
10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran
SEBAB DAN AKIBAT YANG TERJADI KARENA PENGARUH IBLIS DAN YAHUDI
1. Saling mencurigai akan berdampak khianat, prasangka, praduga, perpecahan, dan perang saudara diantara sesama
Insan.
2. Hilangnya kesopanan : Berakibat saling menyalahkan &egoisme yang tinggi
3. Apatis : Berdampak terputusnya Rahmat & Kasih Sayang
4. Hilangnya rasa Malu : Berakibat melakukan suatu tindakan yang merugikan kepada sesama Insan
5. Tidak mempercayai yang ghaib : Berdampak terjadinya pengingkaran dan hilangnya keimanan
6. Hilangnya rasa hormat : Berdampak terjadinya penganiyayaan serta pemusnahan harkat & martabat selaku Insan
7. Liberal : Berakibat hilangnya Ajaran – Ajaran “Ketuhanan”
8. Pembangkang : Berdampak menyalahi dan menuduh Tuhan
9. Hilangnya rasa bersyukur : Akan berakibat gersang dan gelisahnya jiwa serta kurang harmonis dalam berinteraksi
Dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
10.Tergesa – gesa : Berakibat penyesalan dan fitnah kepada Tuhan.
‘PERLU SAMA – SAMA KITA KETAHUI, KITA FAHAMI SERTA KITA TINDAK LANJUTI, BAHWA MENGEMBALIKAN SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA ADALAH SEBAGAI DASAR BANGKITNYA KEJAYAAN INDONESIA MENUJU MERCU SUAR DUNIA’
“ITULAH TUGAS AWAL KITA SEMUA”
1. Rawe – Rawe Rantas, Malang – Malang putung
2. Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing
3. Habis gelap terbitlah terang
4. Mempunyai rasa tanggung jawab yang pasti, Rahmatan Lil ‘Alamin
Demi perjuangan untuk kejayaan Indonesia mohon informasi ini diperbanyak dan disebarluaskan
AKI II
‘TRAGEDI’
“ Seluruh makhluk adalah hamba Allah, Seluruh alam Adalah ayat Allah, engkau perhatikan ketika seluruh ayat Allah menampakkan kekuasaanNya pada segenap hamba Allah. Ketika Air laut telah bergejolak mengalir kemanapun sesukanya , Ketika Angin telah gelisah berputar – putar ketika Bumi mulai berderak ingin mengguncang, Ketika Bara api melumat memerahkan wilayah, ketika kekuasaan Nya memulai prahara.Cabutlah angkara murka dari dalam dirimu, Sebelum engkau binasa Diterjang Ayat Allah “.
‘Dia Bukanlah dia’
dia Adalah Dia
Bukanlah Matahari……………….
Cahaya Bersinar Memancar Terangi Hati para Pencari
Bukanlah Angin………………….
Hembuskan Kesejukan membawa kesenangan Jiwa – Jiwa gersang
Bukanlah Gunung………………..
Ciptakan Keseimbangan Semesta Diri Lukisan Pasak Bumi
Bukanlah Pusaka Musa…………..
Membelah kedalaman Samudera Aqal Terbatas
Bukanlah pula Tongkat Sulaiman..
Temani jasad Mengenal Arti Kematian
Bukanlah Merah…………………
Membakar Semangat Sempurnanya Syari’at
Bukanlah Putih…………………..
Sucikan Haqiqat Yang semestinya Tertutupi
Bukanlah Hijau………………….
Pupuk Kesuburan Impian Kehidupan Alam
Di Atas Kepala ini……………….
Di Kiri Dada ini…………………
Dia Bathin Yang Tampak,….Dzohir Yang Tersembunyi
Dia bukanlah dia…………………
Dia Adalah dia…………………..
Ibnul Insan………………………
‘SESAJI BAGI PERTIWI’
Bumi Pertiwi menjerit, Menangis
Bagai tangisan seorang Bayi yang manis
Tiada air Susu yang diminumnya
Haus yang tiada Terkira
Membuat ia menjerit Membahana
Secawan minuman di meja Persembahan
Bagi Pertiwi yang saat ini kering dan Tandus
Amatlah menarik secawan minuman bagi Pertiwi
Bagai Mahkota Sang Perawan
Minuman segar Pengobat Dahaga
Alangkah Indah dengan warnanya yang Merah
Tetapi……..Terdengar Jerit Tangis para manusia
Di Dalam Cawan berisi Minuman
Oh…..Pertiwi……Kenapa Engkau kini
Yang selama ini diam, Menerima akan perilaku manusia
Kini….Kau tuntut Sesaji kepada manusia
Permintaanmu oh….Teramat berat dan memilukan
Oh…..Kau inginkan Secawan minuman
Minuman Darah, Darah dan Darah
“ AKU DAN DIA “
Aku adalah Dia
Dia adalah Aku
Tiada jarak Dia dan Aku
Bila memandang Wajah-Nya
Wajah Akulah yang tampak
Aku terserap dalam Dia
Dia menyatu dalam aku
Aku bersatu dalam Dia
WajahNya dan Wajahku
Adalah Wajah Alam Semesta
“ LAHIRNYA ANAK MANUSIA “
Diantara derasnya kucuran hujan basahi Mayapada
Tangisan anak manusia terdengar membahana
Diawal pagi dengan sambutan suka cita
Awal cerita lahirnya anak manusia
Cakrawala melihat, Dunia bersuka
Lintas cahaya khatulistiwa terlihat cerah
Ucapkan salam tertuju kepada anak manusia
Halilintar saling bersahut – sahutan
7
“ PERJALANAN ANAK MANUSIA “
Gerak dan diam mengandung arti dan makna
Berjalan dan berhenti atas perintah Tuhannya
Dalam meniti hidup ini, Banyaklah duri merintanginya
Akibat tidak sukanya Iblis durjana
Cinta dan kasih pedoman hidupnya
Walau cerca, sumpah serapah menerpa
Tetap melangkah dengan hati tabah
Dengan harapan Damai Sejahtera bagi makhluk semua
“ SANG BINTANG “
Kemerlip Bintang dilangit malam
Pancarkan pesona sinari jiwa
Bertabur cahaya, Bergetar rasa
Gelora hati singkirkan Noktah
Langkah kaki telusuri jalan
Teguh menapak sibak belantara
Segala aral warnai jejak
Tak jadi soal bagi Sang Bintang
Banyak suara harapkan datang
Menanti sabda sebagai pengobat
Bagi jiwa yang gersang
ﺍ
“ ANGAN DOMBA “
Jangan berkata, bila itu penghibur lara
Tindakan nyata, itu yang bijaksana
Karena anak manusia bukan badut boneka
Yang selalu menjadi bahan tertawa
Cahaya pelangi semburat indah di awal pagi
Setiap mata memandang, Menggantungkan angan
Akankah pelangi selalu ada di pagi hari
Yang memberi janji bahagia dihari ini
Cerita janji masa lalu bukanlah bualan
Sudah tersurat dalam kitab pegangan
Para domba riuh cerita kedatangan
Di pelupuk mata si domba mengacuhkan
“ SANG GEMBALA “
Bergetar, Berdebar dan Tersadar
Lamunan panjang Sang Gembala
Saatnya tiba memberi makan domba - domba
Akankah Seruling Gembala menggugah rasa si pencinta
Semilir angin menerpa Sang Gembala
Terbuai, tersadar dan terbangun
Menjelang sore, mentari mulai tenggelam
Meliuk gemulai rimbun pepohonan
Geliat Bumi, sambut Sang Gembala
Cakrawala yang indah kini sedang menangis
Sedu sedan, pilu dan haru, bagai pengemis
Sambut bahagia, Sang Gembala terjaga
Dari kesendirian dan keheningannya
“ ALAM DAN ANAK MANUSIA “
Awan hitam dilangit kelam
Bergerak lamban dalam tangisan
Temali pengikat tak kuasa menahan beban
Berderak, berdetak irama bumi berjalan
Kulintasi Cakrawala bersama angin
Terlihat Gumintang bercahaya resah
Rembulan tersenyum dengan keterbatasannya
Akankah pijar – pijar cahaya singgah dihati
Membekas dan membentuk menjadi puji - puji
Tetapi mereka akan terus dengan janji setianya
Walau manusia tidak menghargai keberadaannya
Kutebar benih – benih cinta ditiap masa
Sebagai janji setia kepada Tuhan yang kupuja
Bekerja keras dengan bergantung kepadaNya
Karena kuakui aku hanyalah seorang hamba
Yang tiada sedikitpun mempunyai daya
Malu rasanya jikalau aku selalu meminta
Bila dalam bekerja aku masih hitungan setengah
Anak manusia kini berduka
Dalam sisi ruang hati terlihat luka
Yang akan menghadirkan senyum yang patah
Berharap nestapa berlalu dari hidupnya
Agar mentari selalu senyum ceria
Dan…Hilangnya derita ditiap mas
Comment by ki sapto renggo — April 12, 2009 @ 3:04 pm
Terima kasih atas kunjungan dan nasehatnya semoga bisa menjadi acuan hidup bagi kami saya pribadi dan pembaca
Comment by Administrator — April 13, 2009 @ 2:07 am
Salam untuk Ki Sapto Renggo
Saya pernah membaca tulisan ‘PANGELING-ELING’, tapi bukan tulisan anda, kalau boleh tau nama asli Ki Sapto Renggo siapa?
Comment by angga — April 17, 2009 @ 3:59 am
Terima kasih atas kunjungannya mas.
Comment by Administrator — April 22, 2009 @ 1:36 am
enak ja kalau masukin kata2
gwe juga bisa kalau gak mikir kayak gitu
lu kan tinggal kopi paste ja kan
klau gitu gwe juga bisa dodol …
dasar kadal buncit, kecoa sawah, sepatu maklampir,
gerobak bakso,
Comment by mas kambing hitam — June 6, 2009 @ 12:48 pm
ki sapto renggo itu sosok yang hanya memandang sesuatu dari satu sisi saja, apa yang dikatakan kebodohan pengetahuan ya itu contoh orangnya, siapa yang dimaksud Yahudi itu ?, jangan asal nyindir, menurut mata yahudi justru sampean golongan orang yang ketinggalan jaman tidak mau berubah mengikuti perkembangan jaman modern. bodoh kolot goblok. apalagi komentar pawelingya hanya COPY PASTE, karya orang lain dijiplak …. dasar tikus.
Comment by Tar tar — June 9, 2009 @ 3:15 am
SAPTO RENGGO
Jiwamu licik berbaur nista
bertapak jingga tanda pendusta
bermulut tebal pertanda bebal
jiwamu angkara penabur lara
kata-katamu penuh cacian dan makian
Yahudipun masih manusia
punya hati dan rasa cinta
doa juga bagian dari hidupnya
tetapi engkau berkata seperti Tuhan
bersajak indah penuh hinaan
berkata rendah penuh makian
bertutur lembut penuh sindiran
sumber jiwamu racun mematikan
Aku sang domba tertipu belaka
kata syairmu menjajikan kehidupan
syairmu manis penuh harapan
namun kau tebar racun dalam mulutmu
yang memancarkan kebencian
Kau tahu …. !
Tuhan tidak seperti RAIMU….
Tuhan itu pengasih …. bukan penipu
Tuhan itu pecinta ….. bukan pendusta
Tuhan itu pemurah …. bukan pemarah
Tuhan itu termanis ….. bukan pemvonis
sadarlah dan Lihatlah kata katamu
( Ki Sapto Renggo )
‘PANGELING – ELING’
Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran
Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya…
Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan
Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…!
Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan
Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…!
Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman
Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…!
Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu
Sementara kau ikuti bisikan nafsu
Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…!
itu untuk kamu…… ingat dirimu bukan Tuhan,
kamu hanya seonggok kotoran
batinmu akan berkata yang kau tulis itu kebenaran
tetapi itu adalah racun yang menebar diantara kisi hidupku
aku bernafas ditengah galau karna kata-katamu ngacau
aku teracuni oleh fitnah, karna kata-katamu membelah
mencambuk hati yang masih gundah oleh guratan makna yang tiada guna.
kata-katamu rengkah
pemikiranmu sperti barah
yang setiap waktu membakar amarah
domba dan gembala akan terperanggah
bahwasanya kau penyebar wabah
wabah kebencian dan kenistaan
tatap mata YESUS,
tatap mata BUDHA,
tatap mata SHIWA
adakah kau lebih baik dari padaNya?
apakah kau lebih suci dari padaNya?
apakah kau lebih benar dari padaNya?
dasar penjilat…. kau berkata ?
SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI
1. Saling mencurigai
2. Hilangnya kesopanan
3. Apatis terhadap kepentingan orang lain
4. Hilangnya rasa malu
5. Tidak mempercayai yang ghaib
6. Hilangnya rasa hormat
7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama
8. Pembangkang
9. Hilangnya rasa Bersyukur
10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran
APAKAH KAU TIDAK ADA DIDALAM TULISAN ITU
kau ini manusia berjuluk sapto renggo
sebenarnya 7 kemunafikan yang ada dalam dirimu.
smoga kau tau
Aku sang domba merasa kau sisihkan
kau rendahkan
kau qianati
smoga Tuhan mengampunimu
Comment by cokro pandowo — July 1, 2009 @ 2:48 am
Aku adalah sang yahudi
bertajuk merah, berhati biru
ber alas slogan karna tersudutkan
berkasut duka karena tersiksa
oleh makian dan hinaan
kepalaku tanpa sorban tetapi aku masih punya iman
sholatku tanpa wudlu tetapi suci karna niatan
aku tersudutkan oleh vonis dan pandangan kejam
oleh sapto renggo yang telah menggores hatiku
maafkan aku, aku tergugah karna kau berkata pedas
aku yang sudah tinggal didalam kepedihan
merasa kau lecehkan dan dihinakan. Maafkan aku
Yahudi masih punya nurani dan kasih sayang.
Comment by cokro pandowo — July 1, 2009 @ 3:10 am
Memang paling aman adalah wong seng eling lan waspada.
Terima kasih untuk semua
Comment by Administrator — July 1, 2009 @ 12:38 pm
Sesebutan satrio jowo yen manungso isih duweni unggah ungguh , etika lan sopan santun, ndeder kerukunan marang sesami jawi iku memang angel , musabab manungso jowo nduweni ragam aneko agomo ning ojo nganti crah , nanduro kabecikan marang liyan … ojo nggugu agomo yen nggiring manungso marang dalan kang olo….. mbegal lelakuning ilmu supoyo agomone diakoni mring Gusti Moho Suci, yo kuwi sapto renggo. ulere urip kang bakal nggrogoti poncosilo kang duweni azaz bersatu.
Comment by COKRO PANDOWO — July 3, 2009 @ 6:39 am
Memang akhlak, filosofi dan adat istiadat jawa harus kita bangun kembali untuk membangkitkan Indonesia yang berkepribadian luhur.
Comment by Administrator — July 3, 2009 @ 1:14 pm
Ass,sugeng dalu sedulur brongkol, kawulo remen maos carito suri tauladan saking tanah jawi, amargi kawulo inggih kepingin budaya jawi mboten ilang saking perubahaning jaman ingkang tambah maju, mugi2 artikel panjenengan saget nggugah atine generasi muda, khususe saking jawi
Comment by sufar — August 13, 2009 @ 2:33 pm
the best
Comment by sufar — August 13, 2009 @ 2:47 pm
sudah waktunya putra-putra jawa bangkit dari penjajahan seni budaya, dari GAMELAN sudah menjadi SAMPROHAN, dari jawa basahan jadi sorbanan, dari wayangan jadi petehi-an, dari jaranan jadi barongsai-an jadi apa negri jawa tercinta ini…..
WAHAI PUTRA-PUTRA JAWA BANGKITLAH DARI PENJAJAHAN DAN KETERPURUKAN SENI…….!!!!!!!!!!!
Comment by cokro pandowo — August 14, 2009 @ 4:35 am
Wah,,,, Pak Cokro bersemangat sekali nih……aku dukung Pak……
Semoga jaya selalu wong jawi seng jawani.Amiin
Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 3:18 am
Betul sekali mas sufar semoga kita-2 ini menjadi penerus leluhur yang baik
Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 3:19 am
mingkar mingkuring angkoro yen wong jowo lali marang jawane
subyo subyo sak rasekso unining lambe ananging ora nyenggol ora nggugah bathine Gusti Moho Suci.
Asebab manungso hamung abot bondo lan donya, kebebet dening setan duroko, lamur marang adat timur , lali marang budi pakerti, dumeh drajat pangkat ora bakal miguno yen ora njowo. den eling eling pesene Noyogenggong.
Comment by cokro pandowo — August 21, 2009 @ 4:37 am
Koyo isine Serat Wredatama karangan GKR Mangkunegoro ya….?
Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 7:06 am
salah mas , itu dari kitab sabdo dumadi, kisah pada saat brawijaya V undur dari mojopahit, mendapat sindiran sabdo palon noyogenggong kalau pengikut wali yang akan datang bakal seperti itu.
Comment by cokro pandowo — August 22, 2009 @ 2:42 am
kayaknya menarik untuk dibahas Pak, kalau Pak cokro berkenan bisa saya pos di sini. Terima kasih
Comment by Administrator — August 26, 2009 @ 2:38 am
Yahudi adalah keturunan Abraham,Iskak &Yakub.(manusia pilihan Allah),jadi mustahil Yahudi disamakan dengan Iblis.Software komputer ini adalah produk Yahudi
Comment by sokasrana — November 19, 2009 @ 2:24 pm