headerphoto
Cari artikel terkait di google

Kyai Naga Sasra dan Sabuk Inten

Mahesa Jenar

Sebuah cerita kepahlawanan dari Demak Bintoro Special for Netter anak-anak kota WALI Demak

Overview :

Adalah Mahesa jenar yang bergelar Rangga Tohjaya murid dari ki Ageng Pengging Sepuh ( Pangeran Handayaningrat ) anak dari Brawijaya lima dari majapahit merupakan seorang perwira dari divisi Nara manggala ( Paspampres ) Kerajaan Demak. Dia memiliki saudara seperguruan yang sekaligus anak dari gurunya bernama Kebo kenanga ayah dari mas karebet ( jaka tingkir yang kemudian menjadi raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya yang merupakan menantu dari Sultan Trenggana dari Demak ).

Karena adanya perbedaan keyakinan ia keluar kemudian berkelana untuk mencari Pusaka yang hilang dari keraton Demak bernama Kyai Nogo Sosro dan Sabuk Inten. Didalam pengembaraan itu dia bertemu para tokoh sakti yang menjadi jawara pada waktu itu baik dari golongan hitam seperti Lowo ijo berserta gurunya pasingsingan dari alas mentaok, nagapasa dan jaka soka bajak laut dari nusa kambangan,Simarodra penguasa gunung tidar maupaun dari golongan putih seperti Titis Anganten dari banyuwangi , Kia Ageng Sora Dipayana dari banyubiru kab.Semarang Jawa Tengah ,Kiageng pandan Alas dari gunung kidul,Dan yang paling menggetarkan adalah tokoh tua dari bukit karang tumaritis yang bergelar Panembahan Ismoyo atau pangeran Buntara adik dari brawijaya.

mahesa jenar adalah tokoh yang cinta perdamaian walaupun dengan kesaktiannya dia mampu menumpas tokoh yang paling sakti sekalipun seperti Simarodra. Dikisahkan bagaimana muridnya Arya Salaka dari banyubiru ingin merebut kembali daerahnya yang dikuasai oleh Sawung sariti,dia sudah bertekad melakukannya dengan peperangan karena tidak ada jalan lain melawan orang -2 licik seperti sawung sariti yang sebenarnya kemenakannya.tetapi  mahesa jenar melihat bahwa didalam lingkunan sawung sariti ada kakek arya salaka sendiri yang tidak lain Ki Ageng Sora Dipayana. dan pada keadaan itu tidak diketahui dia akan berpihak kepada siapa dan apabila dia berpihak kepada sawung sariti maka kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu kematian kiageng Sora dipayana. Atas pertimbangan itu maka mahesa jenar membujuk arya salaka untuk menemuhi kakenya agar dapat merundingkan persoalan itu.

Sebagai seorang ksatria dia juga seoarang pemuda pada umunya dimana mengalamai jatuh cinta pada seorang gadis dan gadis itu bernama rara wilis anak dari simarodra seorang tokoh hitam kenamaan.namun ia memilih jalur hidup kakeknya yang membela kebenaran yang tidak lain ki Ageng pandan Alas dari wanasaba.

Diakhir cerita kedua pusaka ditemukan di bukit karang tumaritis dan disimpan oleh panembahan ismoyo kemudian oleh panembahan diserahkan kepada mahesa jenar untuk diserahkan ke istana Demak.

Selengkapnya dapat saudara/i unduh di sini

 



63 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://husnahajar.blogsome.com/2008/09/18/134/trackback/

  1. Ini semuanya hanyalah dongeng dagelan2 agama hindu yg masih nyembah patung2 bisu tuli yg dibikin penyembahnya sendiri. Dan juga dongengan2nya juga dikarang oleh penyembah2nya sendiri, yg kemudian di-dramatisir sedemikian rupa juga oleh penyembah2 patung tsb.
    JADI KESIMPILAN SEMUA INI ADALAH SYIRIK ATAU MENYEKUTUKAN ALLAH SWT. DAN MENYESATKAN MANUSIA.

    Comment by Dewi Pinky — September 25, 2008 @ 8:28 pm

  2. TQ atas komentnya.
    Menanggapi itu saya hanya bisa katakan bahwa sekali lagi ini cerita kepahlawanan yang dengannya kita bisa tergugah untuk meneladaninya bukan malah sirik karena itu dosa tak berampun

    Comment by Administrator — September 26, 2008 @ 6:40 am

  3. @Dewi Pinky
    Mahesa Jenar dalam cerita ini beragama Islam.
    Naga Sasra dan Sabuk Inten, Senopati Pamungkas dan bahkan Pendekar 212 Wiro Sableng sekalipun merupakan karya sastra yang jauh lebih berbobot dibandingkan dengan karya2 seniman muslime modern seperti Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih

    Comment by Adi — November 8, 2008 @ 6:34 am

  4. cerita tersebut sekaligus juga sebagai nguri-2 budoyo jowo

    Comment by Administrator — November 12, 2008 @ 7:03 am

  5. eaalaah gak usah ramai mas2 ini hanya sebuah fiksi saja kalau bagus ambil hikma kalau ngak ya di buang saja gak usah gontok2 an wis gak jamane

    Comment by zohel — November 17, 2008 @ 7:45 am

  6. Ok….Ok…….
    damai saja ya……

    Comment by Administrator — November 18, 2008 @ 8:00 am

  7. Mas saya mau dowload kok mboten valid niku kenging menopo nggih, nyuwon tulung nggih mas mangke kulo tenggo emailipun matur nuwon sanget

    Comment by Eko — December 17, 2008 @ 1:38 am

  8. link downloadnya sudah aku perbaiki,
    coba lagi ya…..

    Comment by Administrator — December 18, 2008 @ 9:10 am

  9. saya sangat seneng baca cerita naga sasra sabuk inten ini. ya mungkin bisa kita tiru kebaikan-kebaikan menurut cerita tersebut. wah makasih banget bagi yang mengarang ataupun yang menulis cerita ini.tanks ( yatno )

    Comment by masyatno — December 22, 2008 @ 12:01 pm

  10. sudah baca lengkapnya belum…?
    bagus banget memang

    Comment by Administrator — December 23, 2008 @ 7:39 am

  11. ya slama ini aku memang seneng banget baca-baca tentang naga sasra sabuk inten ini mas. tapi ya blum semuanya ampe akhir cerita, aku sich pingin banget ngerti, isi tentang cerita-cerita ini mas.

    Comment by masyatno — December 23, 2008 @ 9:31 am

  12. boleh tahu aslinya mana…?

    Comment by Administrator — December 23, 2008 @ 12:46 pm

  13. aslinya aku orang madiun mas. tapi sekarang lagi kerja di, di jakarta mas.
    eh ya mas ternyata cerita ini panjang juga yach ampe 171 episod, wah bisa selesai 1 bulan nih bacanya hehehhehehehe
    ya sekedar buat hiburan sehari-hari di waktu istirahat kerj aku ja mas.

    Comment by masyatno — December 24, 2008 @ 12:21 pm

  14. oh ya aku juga udah dapet downloadnya. makasih banyak ya mas.

    Comment by masyatno — December 24, 2008 @ 12:25 pm

  15. sama-sama.
    kemarin ndak ikut cpns mas…..itu ada temenku yang keterima di madiun, dia orang sragen.

    Comment by Administrator — December 28, 2008 @ 1:54 am

  16. o0oh aku gak ikut mas? aku balik lg ke kerjaanku yang dulu. setelah lebaran kemaren itu balik ke jkt? oh ya mas sragennya daerah mana? kenal ma daerah bakpao/mantingan gak?

    Comment by masyatno — December 28, 2008 @ 3:38 am

  17. bukannya mantingan daerah ngawi….!
    eh emailmu kalau aku reply kok ndak aktif ya…?

    Comment by Administrator — December 28, 2008 @ 4:03 am

  18. masak sich mas emailku g aktif ni alamat emailku rizal_septiawan@yahoo.com .
    aku juga punya saudara di daerah sragen mas. kl gak salah daerah pasar tangen. kalau mas solonya daerah mana ya kl boleh tau……?

    Comment by masyatno — December 28, 2008 @ 7:57 am

  19. aku ini di brongkol kec.jambu ambarawa.
    coba kamu email aku nanti akan aku replay bisa ndak…?

    Comment by Administrator — December 30, 2008 @ 8:48 am

  20. alamat E-mail mas yg mna heee….
    ni mas aku dah nyampe 56 episod bacanya wih sangat seru.
    ngomong-ngomong
    ni rom kok penghuninya cma ber2 ja mang yang laen pada kemana?

    Comment by masyatno — December 30, 2008 @ 10:44 am

  21. ini emailku :khoirul.a@gmail.com
    aku juga ndak tahu pada kemana nih

    Comment by Administrator — January 3, 2009 @ 1:05 am

  22. met tahun baru za mas. he…..maaf telat ngucapinya? abis keasyikan liburan ni lagian baru ja pada pulang.

    Comment by masyatno — January 3, 2009 @ 2:02 am

  23. sama-sama mas, smoga lebih baik ditahun ini.Amiin

    Comment by Administrator — January 13, 2009 @ 3:59 am

  24. mas leh tau g nich, slama ini mas di samping ni kerja apaan mas ? trus mas uda berkluarga ya ?

    Comment by masuyatno — January 13, 2009 @ 6:44 am

  25. saat ini jadi kuli pabrik mas….
    angkat junjung komputer,bersihin komputer dll.
    Saat ini alhamdulillah sudah punya anak dua.

    Comment by Administrator — January 13, 2009 @ 12:11 pm

  26. ya alhamdulillah, kan dah cukup tuk bisa menghidupi kluarga mas/ kebutuhan2 kluarga mas. beda ma aku yang masih bujang ni mas, masih pingin merantau dan cari pengalaman yan lebih banyak lagi. masih pingin suka2(bersenang2) menikmati masa-masa remaja.

    Comment by masuyatno — January 14, 2009 @ 2:08 am

  27. Alhamdulillah berkat do’a sampean bisa mencukupi kebutuhan keluarga termasuk hutangnya.
    aku dukung semangat anak muda seperti sampean, mumpung belum terikat dengan tetek bengek keluarga

    Comment by Administrator — January 14, 2009 @ 11:41 pm

  28. ya amin” mungkin pendapet orang2 lain kalau pujangan tu g perlu mikirin segala kebutuhan yang tetek mbengek , tapi yang menyangkut masalah maupun kebutuhan yang aku alami ni sangat beda bagi mereka yang mengalami nasib kayak yang aku alami sekarang mas. jujur ja sampe sekarang saya maupun keluarga saya tu masih berantakan walaupun semua dah pada kerja sendiri2 tapi lom da yang mapan mas.

    Comment by masyatno — January 15, 2009 @ 5:50 am

  29. oh ya mas ni kan aku dah slesai baca cerita ampe akhir episode. trus ni aku kepingin cari cerita yang sebelumnya mas. saya pernah denger dan ngliat temen aku da yang dapet cerita ni tapi yang tentang gajah mada, dia seneg baca2, trus ujung2nya nyampe cerita ini mas naga sasra sabuk inten. sekarang yang ingin aku tanyakan apakah bener cerita naga sasra tu kelanjutan dari cerita gajah mada?

    Comment by masyatno — January 18, 2009 @ 5:20 am

  30. Mungkin juga mas, tetapi hanya sebatas pada pusakanya saja.
    Mungkin sampean sama dengan aku,hingga larut dalam dunia mayanya cerita tersebut seolah-olah tak mau cerita itu berhenti sampai disitu.

    mengenai diri kita, terkadang kita ada benarnya mengejar kemapanan hidup namun yang terpenting bahwa kita masih berada dalam bingkai-2 yang kita yakini. Amiin

    Comment by Administrator — January 19, 2009 @ 12:39 pm

  31. kamu punya cerita kyai sangkelat ndak…?

    Comment by Administrator — January 20, 2009 @ 12:34 pm

  32. gak ada mas ntar coba tak carinya? ni aku sementara masih asyik baca tentang gajah mada mas. apa mungkin mas sendiri punya cerita itu? kalau ada aku minta dunk mas ?

    Comment by masyatno — January 20, 2009 @ 1:20 pm

  33. aku juga ndak punya…..

    Comment by Administrator — January 22, 2009 @ 7:00 am

  34. asS, mas gimana kabarnya … ?
    maaf lama gak ada kabarnya …….
    oh ya udah ada cerita baru lagi gak yang bagus
    dan manarik ….

    Comment by masyatno — February 10, 2009 @ 4:53 am

  35. Hi lam kenal moaas …
    saya penggemar karya SH Mintardja, seneng banget ada cerita Nagasasra-Sabuk Inten, jadi inget waktu jalan-2 sama Rara Wilis
    he … he … he …

    Comment by Abi — February 17, 2009 @ 5:35 am

  36. Walupun certa Fiksi tapi dipadu dengan sejarah ,akhirnya cerita ini sangat bagus
    Dan saya sangat suka , semoga cerita ini menjadi suri tauladan bagi kita-kita yang menjadi bagian dari leluhur jawa kita.

    Comment by zainal — February 18, 2009 @ 4:12 am

  37. @ masyatno
    Alhamdulillah apek mas…….
    aku dikasih tho cerita yang bagus

    Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:23 am

  38. @Abi
    Salam kenal juga mas…
    rara wilisnya mahesa jenar atau sampean ya…?

    Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:30 am

  39. @zaenal
    Memang sip mas hingga tak mau terputus
    Amiin.

    Comment by Administrator — February 18, 2009 @ 8:44 am

  40. wih wih wih makin banyak aja yang gila dengan cerita ini ….
    emang sangat menarik kok mas ?
    oh ya ………? salam kenal balik semuanya yach …………..??

    Comment by masyatno — February 22, 2009 @ 9:02 am

  41. komentar makin banyak, berarti cerita ini menarik. pro dan kontra tergantung sudut pandang pembaca ? tapi kalo melihat dari sifat lakon yang diidentifikasikan dengan legenda, saya pikir sangat menarik dan mungkin bisa dijadikan kajian diri dari keberadaan sifat diri. spanjang tidak mengkultuskan nama lakon tentu jauh dari apa yang disebut sirik ????????

    Comment by alam suar — February 27, 2009 @ 6:22 am

  42. @masyatno
    Apa mau ditambah lagi ya ceritanya….

    @alam suar
    Betul yang sampean utarakan, segala sesuatu punya maksud dan tujuan tergantung bagaimana kita mau mensikapinya.
    Terima kasih telah mampir

    Comment by Administrator — February 27, 2009 @ 8:52 am

  43. QIYAMUL ISLAM
    KI SAPTO RENGGO
    Griya Utama Blok C3 No.8, Karang Satria, Bekasi, Indonesia
    Telephone : +62-21-93656069, +62-21-91976838
    ______________________________________________

    Bekasi Jum’at Kliwon 13 Maret 2009 / 16 Rabiul Awal 1430
    Kepada Saudara
    Di Tempat

    Salam sejahtera dan damai selalu teruntuk saudara di kediaman.

    Semoga kasih sayang dan rahmat tuhan menyertai kita semua, semoga pula arwah para leluhur mendapat ketenangan, kebahagiaan, dan sorga dari Tuhan yang maha membalas semua amal perbuatan hambanya, saudara setaman bunga melati sudah mulai semerbak mewangi, Garuda Eka Paksi Terbang Tinggi dengan Gagahnya, walau ia tetap bersemanyam di lubuk hati, Gema Lagu Padamu Negeri dan Shalawat Badar berkumandang di Angkasa Raya. Mutiara yang terserak bersatulah dan jahitlah Merah Putih yang terkoyak. Kesatuan dan Persatuan sungguh indah bila terwujud. Nusantara sudah saatnya wajahmu memancarkan pesona Kemulyaan….!!!!….
    Marilah saudara berjabat tanganlah kita semua, agar Gemah Ripah Loh Jinawi tercipta….!!!Sambutlah Uluran tangan ini, Marilah kita berpelukan dengan mesra, bagaikan Adam dan Hawa, Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa.

    Salam Kasih dan Damai

    ttd

    ( Ki Sapto Renggo )

    ‘PANGELING – ELING’

    Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran
    Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya…

    Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan
    Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…!

    Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan
    Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…!

    Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman
    Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…!

    Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu
    Sementara kau ikuti bisikan nafsu
    Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…!

    AKI II

    SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA

    1. Ramah 6. Saling menghormati
    2. Sopan Santun 7. Fanatik
    3. Gotong Royong 8. Penurut
    4. Pemalu 9. Bersyukur
    5. Mistik 10.Sabar

    SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI

    1. Saling mencurigai
    2. Hilangnya kesopanan
    3. Apatis terhadap kepentingan orang lain
    4. Hilangnya rasa malu
    5. Tidak mempercayai yang ghaib
    6. Hilangnya rasa hormat
    7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama
    8. Pembangkang
    9. Hilangnya rasa Bersyukur
    10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran

    SEBAB DAN AKIBAT YANG TERJADI KARENA PENGARUH IBLIS DAN YAHUDI

    1. Saling mencurigai akan berdampak khianat, prasangka, praduga, perpecahan, dan perang saudara diantara sesama
    Insan.
    2. Hilangnya kesopanan : Berakibat saling menyalahkan &egoisme yang tinggi
    3. Apatis : Berdampak terputusnya Rahmat & Kasih Sayang
    4. Hilangnya rasa Malu : Berakibat melakukan suatu tindakan yang merugikan kepada sesama Insan
    5. Tidak mempercayai yang ghaib : Berdampak terjadinya pengingkaran dan hilangnya keimanan
    6. Hilangnya rasa hormat : Berdampak terjadinya penganiyayaan serta pemusnahan harkat & martabat selaku Insan
    7. Liberal : Berakibat hilangnya Ajaran – Ajaran “Ketuhanan”
    8. Pembangkang : Berdampak menyalahi dan menuduh Tuhan
    9. Hilangnya rasa bersyukur : Akan berakibat gersang dan gelisahnya jiwa serta kurang harmonis dalam berinteraksi
    Dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
    10.Tergesa – gesa : Berakibat penyesalan dan fitnah kepada Tuhan.

    ‘PERLU SAMA – SAMA KITA KETAHUI, KITA FAHAMI SERTA KITA TINDAK LANJUTI, BAHWA MENGEMBALIKAN SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA ADALAH SEBAGAI DASAR BANGKITNYA KEJAYAAN INDONESIA MENUJU MERCU SUAR DUNIA’

    “ITULAH TUGAS AWAL KITA SEMUA”

    1. Rawe – Rawe Rantas, Malang – Malang putung
    2. Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing
    3. Habis gelap terbitlah terang
    4. Mempunyai rasa tanggung jawab yang pasti, Rahmatan Lil ‘Alamin

    Demi perjuangan untuk kejayaan Indonesia mohon informasi ini diperbanyak dan disebarluaskan

    AKI II

    ‘TRAGEDI’

    “ Seluruh makhluk adalah hamba Allah, Seluruh alam Adalah ayat Allah, engkau perhatikan ketika seluruh ayat Allah menampakkan kekuasaanNya pada segenap hamba Allah. Ketika Air laut telah bergejolak mengalir kemanapun sesukanya , Ketika Angin telah gelisah berputar – putar ketika Bumi mulai berderak ingin mengguncang, Ketika Bara api melumat memerahkan wilayah, ketika kekuasaan Nya memulai prahara.Cabutlah angkara murka dari dalam dirimu, Sebelum engkau binasa Diterjang Ayat Allah “.

    ‘Dia Bukanlah dia’
    dia Adalah Dia
    Bukanlah Matahari……………….
    Cahaya Bersinar Memancar Terangi Hati para Pencari
    Bukanlah Angin………………….
    Hembuskan Kesejukan membawa kesenangan Jiwa – Jiwa gersang
    Bukanlah Gunung………………..
    Ciptakan Keseimbangan Semesta Diri Lukisan Pasak Bumi
    Bukanlah Pusaka Musa…………..
    Membelah kedalaman Samudera Aqal Terbatas
    Bukanlah pula Tongkat Sulaiman..
    Temani jasad Mengenal Arti Kematian
    Bukanlah Merah…………………
    Membakar Semangat Sempurnanya Syari’at
    Bukanlah Putih…………………..
    Sucikan Haqiqat Yang semestinya Tertutupi
    Bukanlah Hijau………………….
    Pupuk Kesuburan Impian Kehidupan Alam
    Di Atas Kepala ini……………….
    Di Kiri Dada ini…………………
    Dia Bathin Yang Tampak,….Dzohir Yang Tersembunyi
    Dia bukanlah dia…………………
    Dia Adalah dia…………………..
    Ibnul Insan………………………

    ‘SESAJI BAGI PERTIWI’
    Bumi Pertiwi menjerit, Menangis
    Bagai tangisan seorang Bayi yang manis
    Tiada air Susu yang diminumnya
    Haus yang tiada Terkira
    Membuat ia menjerit Membahana
    Secawan minuman di meja Persembahan
    Bagi Pertiwi yang saat ini kering dan Tandus
    Amatlah menarik secawan minuman bagi Pertiwi
    Bagai Mahkota Sang Perawan
    Minuman segar Pengobat Dahaga
    Alangkah Indah dengan warnanya yang Merah
    Tetapi……..Terdengar Jerit Tangis para manusia
    Di Dalam Cawan berisi Minuman
    Oh…..Pertiwi……Kenapa Engkau kini
    Yang selama ini diam, Menerima akan perilaku manusia
    Kini….Kau tuntut Sesaji kepada manusia
    Permintaanmu oh….Teramat berat dan memilukan
    Oh…..Kau inginkan Secawan minuman
    Minuman Darah, Darah dan Darah

    “ AKU DAN DIA “

    Aku adalah Dia
    Dia adalah Aku
    Tiada jarak Dia dan Aku
    Bila memandang Wajah-Nya
    Wajah Akulah yang tampak
    Aku terserap dalam Dia
    Dia menyatu dalam aku
    Aku bersatu dalam Dia
    WajahNya dan Wajahku
    Adalah Wajah Alam Semesta

    “ LAHIRNYA ANAK MANUSIA “

    Diantara derasnya kucuran hujan basahi Mayapada
    Tangisan anak manusia terdengar membahana
    Diawal pagi dengan sambutan suka cita
    Awal cerita lahirnya anak manusia

    Cakrawala melihat, Dunia bersuka
    Lintas cahaya khatulistiwa terlihat cerah
    Ucapkan salam tertuju kepada anak manusia
    Halilintar saling bersahut – sahutan

    7

    “ PERJALANAN ANAK MANUSIA “

    Gerak dan diam mengandung arti dan makna
    Berjalan dan berhenti atas perintah Tuhannya
    Dalam meniti hidup ini, Banyaklah duri merintanginya
    Akibat tidak sukanya Iblis durjana

    Cinta dan kasih pedoman hidupnya
    Walau cerca, sumpah serapah menerpa
    Tetap melangkah dengan hati tabah
    Dengan harapan Damai Sejahtera bagi makhluk semua

    “ SANG BINTANG “
    Kemerlip Bintang dilangit malam
    Pancarkan pesona sinari jiwa
    Bertabur cahaya, Bergetar rasa
    Gelora hati singkirkan Noktah
    Langkah kaki telusuri jalan
    Teguh menapak sibak belantara
    Segala aral warnai jejak
    Tak jadi soal bagi Sang Bintang
    Banyak suara harapkan datang
    Menanti sabda sebagai pengobat
    Bagi jiwa yang gersang

    “ ANGAN DOMBA “

    Jangan berkata, bila itu penghibur lara
    Tindakan nyata, itu yang bijaksana
    Karena anak manusia bukan badut boneka
    Yang selalu menjadi bahan tertawa

    Cahaya pelangi semburat indah di awal pagi
    Setiap mata memandang, Menggantungkan angan
    Akankah pelangi selalu ada di pagi hari
    Yang memberi janji bahagia dihari ini

    Cerita janji masa lalu bukanlah bualan
    Sudah tersurat dalam kitab pegangan
    Para domba riuh cerita kedatangan
    Di pelupuk mata si domba mengacuhkan

    “ SANG GEMBALA “

    Bergetar, Berdebar dan Tersadar
    Lamunan panjang Sang Gembala
    Saatnya tiba memberi makan domba - domba
    Akankah Seruling Gembala menggugah rasa si pencinta

    Semilir angin menerpa Sang Gembala
    Terbuai, tersadar dan terbangun
    Menjelang sore, mentari mulai tenggelam
    Meliuk gemulai rimbun pepohonan
    Geliat Bumi, sambut Sang Gembala

    Cakrawala yang indah kini sedang menangis
    Sedu sedan, pilu dan haru, bagai pengemis
    Sambut bahagia, Sang Gembala terjaga
    Dari kesendirian dan keheningannya

    “ ALAM DAN ANAK MANUSIA “

    Awan hitam dilangit kelam
    Bergerak lamban dalam tangisan
    Temali pengikat tak kuasa menahan beban
    Berderak, berdetak irama bumi berjalan

    Kulintasi Cakrawala bersama angin
    Terlihat Gumintang bercahaya resah
    Rembulan tersenyum dengan keterbatasannya
    Akankah pijar – pijar cahaya singgah dihati
    Membekas dan membentuk menjadi puji - puji
    Tetapi mereka akan terus dengan janji setianya
    Walau manusia tidak menghargai keberadaannya

    Kutebar benih – benih cinta ditiap masa
    Sebagai janji setia kepada Tuhan yang kupuja
    Bekerja keras dengan bergantung kepadaNya
    Karena kuakui aku hanyalah seorang hamba
    Yang tiada sedikitpun mempunyai daya
    Malu rasanya jikalau aku selalu meminta
    Bila dalam bekerja aku masih hitungan setengah

    Anak manusia kini berduka
    Dalam sisi ruang hati terlihat luka
    Yang akan menghadirkan senyum yang patah
    Berharap nestapa berlalu dari hidupnya
    Agar mentari selalu senyum ceria
    Dan…Hilangnya derita ditiap mas

    Comment by ki sapto renggo — April 12, 2009 @ 3:04 pm

  44. Terima kasih atas kunjungan dan nasehatnya semoga bisa menjadi acuan hidup bagi kami saya pribadi dan pembaca

    Comment by Administrator — April 13, 2009 @ 2:07 am

  45. Salam untuk Ki Sapto Renggo

    Saya pernah membaca tulisan ‘PANGELING-ELING’, tapi bukan tulisan anda, kalau boleh tau nama asli Ki Sapto Renggo siapa?

    Comment by angga — April 17, 2009 @ 3:59 am

  46. Terima kasih atas kunjungannya mas.

    Comment by Administrator — April 22, 2009 @ 1:36 am

  47. enak ja kalau masukin kata2
    gwe juga bisa kalau gak mikir kayak gitu
    lu kan tinggal kopi paste ja kan

    klau gitu gwe juga bisa dodol …

    dasar kadal buncit, kecoa sawah, sepatu maklampir,
    gerobak bakso,

    Comment by mas kambing hitam — June 6, 2009 @ 12:48 pm

  48. ki sapto renggo itu sosok yang hanya memandang sesuatu dari satu sisi saja, apa yang dikatakan kebodohan pengetahuan ya itu contoh orangnya, siapa yang dimaksud Yahudi itu ?, jangan asal nyindir, menurut mata yahudi justru sampean golongan orang yang ketinggalan jaman tidak mau berubah mengikuti perkembangan jaman modern. bodoh kolot goblok. apalagi komentar pawelingya hanya COPY PASTE, karya orang lain dijiplak …. dasar tikus.

    Comment by Tar tar — June 9, 2009 @ 3:15 am

  49. SAPTO RENGGO
    Jiwamu licik berbaur nista
    bertapak jingga tanda pendusta
    bermulut tebal pertanda bebal
    jiwamu angkara penabur lara

    kata-katamu penuh cacian dan makian
    Yahudipun masih manusia
    punya hati dan rasa cinta
    doa juga bagian dari hidupnya
    tetapi engkau berkata seperti Tuhan
    bersajak indah penuh hinaan
    berkata rendah penuh makian
    bertutur lembut penuh sindiran
    sumber jiwamu racun mematikan

    Aku sang domba tertipu belaka
    kata syairmu menjajikan kehidupan
    syairmu manis penuh harapan
    namun kau tebar racun dalam mulutmu
    yang memancarkan kebencian

    Kau tahu …. !
    Tuhan tidak seperti RAIMU….
    Tuhan itu pengasih …. bukan penipu
    Tuhan itu pecinta ….. bukan pendusta
    Tuhan itu pemurah …. bukan pemarah
    Tuhan itu termanis ….. bukan pemvonis

    sadarlah dan Lihatlah kata katamu

    ( Ki Sapto Renggo )
    ‘PANGELING – ELING’
    Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran
    Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya…
    Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan
    Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…!
    Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan
    Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…!
    Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman
    Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…!
    Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu
    Sementara kau ikuti bisikan nafsu
    Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…!

    itu untuk kamu…… ingat dirimu bukan Tuhan,
    kamu hanya seonggok kotoran
    batinmu akan berkata yang kau tulis itu kebenaran
    tetapi itu adalah racun yang menebar diantara kisi hidupku
    aku bernafas ditengah galau karna kata-katamu ngacau
    aku teracuni oleh fitnah, karna kata-katamu membelah
    mencambuk hati yang masih gundah oleh guratan makna yang tiada guna.

    kata-katamu rengkah
    pemikiranmu sperti barah
    yang setiap waktu membakar amarah
    domba dan gembala akan terperanggah
    bahwasanya kau penyebar wabah
    wabah kebencian dan kenistaan

    tatap mata YESUS,
    tatap mata BUDHA,
    tatap mata SHIWA
    adakah kau lebih baik dari padaNya?
    apakah kau lebih suci dari padaNya?
    apakah kau lebih benar dari padaNya?
    dasar penjilat…. kau berkata ?

    SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI

    1. Saling mencurigai
    2. Hilangnya kesopanan
    3. Apatis terhadap kepentingan orang lain
    4. Hilangnya rasa malu
    5. Tidak mempercayai yang ghaib
    6. Hilangnya rasa hormat
    7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama
    8. Pembangkang
    9. Hilangnya rasa Bersyukur
    10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran

    APAKAH KAU TIDAK ADA DIDALAM TULISAN ITU

    kau ini manusia berjuluk sapto renggo
    sebenarnya 7 kemunafikan yang ada dalam dirimu.
    smoga kau tau
    Aku sang domba merasa kau sisihkan
    kau rendahkan
    kau qianati
    smoga Tuhan mengampunimu

    Comment by cokro pandowo — July 1, 2009 @ 2:48 am

  50. Aku adalah sang yahudi
    bertajuk merah, berhati biru
    ber alas slogan karna tersudutkan
    berkasut duka karena tersiksa
    oleh makian dan hinaan
    kepalaku tanpa sorban tetapi aku masih punya iman
    sholatku tanpa wudlu tetapi suci karna niatan
    aku tersudutkan oleh vonis dan pandangan kejam
    oleh sapto renggo yang telah menggores hatiku
    maafkan aku, aku tergugah karna kau berkata pedas
    aku yang sudah tinggal didalam kepedihan
    merasa kau lecehkan dan dihinakan. Maafkan aku

    Yahudi masih punya nurani dan kasih sayang.

    Comment by cokro pandowo — July 1, 2009 @ 3:10 am

  51. Memang paling aman adalah wong seng eling lan waspada.
    Terima kasih untuk semua

    Comment by Administrator — July 1, 2009 @ 12:38 pm

  52. Sesebutan satrio jowo yen manungso isih duweni unggah ungguh , etika lan sopan santun, ndeder kerukunan marang sesami jawi iku memang angel , musabab manungso jowo nduweni ragam aneko agomo ning ojo nganti crah , nanduro kabecikan marang liyan … ojo nggugu agomo yen nggiring manungso marang dalan kang olo….. mbegal lelakuning ilmu supoyo agomone diakoni mring Gusti Moho Suci, yo kuwi sapto renggo. ulere urip kang bakal nggrogoti poncosilo kang duweni azaz bersatu.

    Comment by COKRO PANDOWO — July 3, 2009 @ 6:39 am

  53. Memang akhlak, filosofi dan adat istiadat jawa harus kita bangun kembali untuk membangkitkan Indonesia yang berkepribadian luhur.

    Comment by Administrator — July 3, 2009 @ 1:14 pm

  54. Ass,sugeng dalu sedulur brongkol, kawulo remen maos carito suri tauladan saking tanah jawi, amargi kawulo inggih kepingin budaya jawi mboten ilang saking perubahaning jaman ingkang tambah maju, mugi2 artikel panjenengan saget nggugah atine generasi muda, khususe saking jawi

    Comment by sufar — August 13, 2009 @ 2:33 pm

  55. the best

    Comment by sufar — August 13, 2009 @ 2:47 pm

  56. sudah waktunya putra-putra jawa bangkit dari penjajahan seni budaya, dari GAMELAN sudah menjadi SAMPROHAN, dari jawa basahan jadi sorbanan, dari wayangan jadi petehi-an, dari jaranan jadi barongsai-an jadi apa negri jawa tercinta ini…..

    WAHAI PUTRA-PUTRA JAWA BANGKITLAH DARI PENJAJAHAN DAN KETERPURUKAN SENI…….!!!!!!!!!!!

    Comment by cokro pandowo — August 14, 2009 @ 4:35 am

  57. Wah,,,, Pak Cokro bersemangat sekali nih……aku dukung Pak……
    Semoga jaya selalu wong jawi seng jawani.Amiin

    Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 3:18 am

  58. Betul sekali mas sufar semoga kita-2 ini menjadi penerus leluhur yang baik

    Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 3:19 am

  59. mingkar mingkuring angkoro yen wong jowo lali marang jawane
    subyo subyo sak rasekso unining lambe ananging ora nyenggol ora nggugah bathine Gusti Moho Suci.
    Asebab manungso hamung abot bondo lan donya, kebebet dening setan duroko, lamur marang adat timur , lali marang budi pakerti, dumeh drajat pangkat ora bakal miguno yen ora njowo. den eling eling pesene Noyogenggong.

    Comment by cokro pandowo — August 21, 2009 @ 4:37 am

  60. Koyo isine Serat Wredatama karangan GKR Mangkunegoro ya….?

    Comment by Administrator — August 21, 2009 @ 7:06 am

  61. salah mas , itu dari kitab sabdo dumadi, kisah pada saat brawijaya V undur dari mojopahit, mendapat sindiran sabdo palon noyogenggong kalau pengikut wali yang akan datang bakal seperti itu.

    Comment by cokro pandowo — August 22, 2009 @ 2:42 am

  62. kayaknya menarik untuk dibahas Pak, kalau Pak cokro berkenan bisa saya pos di sini. Terima kasih

    Comment by Administrator — August 26, 2009 @ 2:38 am

  63. Yahudi adalah keturunan Abraham,Iskak &Yakub.(manusia pilihan Allah),jadi mustahil Yahudi disamakan dengan Iblis.Software komputer ini adalah produk Yahudi

    Comment by sokasrana — November 19, 2009 @ 2:24 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ASP.NET/C#/VB.NET

↑ Grab this Headline Animator

Langganan Artikel Terbaru

Delivered by FeedBurner

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Search:


Other:

Meta:

  • Setya Tuhu