headerphoto
Cari artikel terkait di google

Sedulur papat limo pancer I

Dalam budaya jawa ( kejawen ) , penyebutan ” Kakang Kawah Adi Ari-Ari” keberadaannya masih tersamar. Apalagi di zaman modern sekarang ini. Mitos saudara kembar yang ghaib ini cenderung di abaikan. Ini konsekuensi dari zaman maju. Dunia material cenderung meningkat, sedang kaweruh spiritual orang jawa kian gersang. Kita mencoba untuk memahami kembali Puasa Weton yang bagi orang jawa di percayai dapat memberikan pencerahan spiritual dengan berbagai mitosnya yang penuh dengan kesakralan dan religiusitas.
Hakikat Puasa menurut ” Wulang Reh “.

Sri Pakubuwono IV telah memberikan wewaler, peringatan,pada anak cucunya untuk pengekangan nafsu. Peringatan itu tertuang dalam karyannya Serat Wulang Reh, yang di tulis pada hari ahad kliwon, wunku sungsang, tanggal ke-19, bulan besar, mongso ke-delapan, windu sancaya dan di beri sengkalan : Tata-guna-Swareng-Nata ( 1735 ).Ia bergelar : Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati Ing Ngalogo Abdur Rahman Sayyidin Panotogomo IV. Nama kecilnya adalah Bandoro Raden Mas Gusti sumbadyo, Putra Pakubuwono III dengan Kanjeng Ratu Kencana.Dalam pupuh II Tembang Kinanthi ia menulis : “Podho Gulangen Ing Kalbu, Ing Sasamita Amrih Lantip, Ojo pijer mangan nendra, ing kaprawiran den kesthi, Pesunen sariraniro , Sudanen dhahar lan guling. (Wahai, asahlah di dalam hatimu biar tajam menangkap isyarat isyarat ghaib. jangan terlalu banyak makan dan tidur, kurangilah hal tersebut, cita citakan kaprawiran ” keluhuran budi “, agar bisa mengekang diri) “.Inti yang cepat di tangkap dari wejangan ini menyangkut pada pengendalian diri dan cara yang harus di tempuh adalah dengan perpuasa.Hakekat Puasa adalah pengekangan diri, karena alam duniawi banyak memberi godaan. Silau dengan kemewahan, apalagi kalau sedang mendapat suka cita yang berlebihan, ” Maka kaprayitnan batin ( kewaspadaan ) akan terkurangi. Manusia akhirnya akan terbelenggu nafsunya. Nafsu yang bersumber dari dirinya sendiri.Nafsu merupakan sikap angkara yang dalam

Wulang Reh di sebutkan terdiri dari 4 macam , yaitu :


1. Lawwamah, Bertempat di perut, lahirnya dari mulut ibarat hati bersinar hitam. Akibatnya bisa menimbulkan  dahaga, kantuk dan lapar.
2. Amarah, artinya garang bisa menimbulkan angkara murka, iri dan emosional. Ia berada di empedu, timbulnya lewat telinga bak hati bercahaya merah.
3. Sufiyah, Nafsu yang menimbulkan birahi, rindu, keinginan dan kesenangan. Sumber dari Limpa timbul lewat mata bak hati bercahaya kuning.
4. Muthmainah, Berarti rasa ketentraman. Punya watak yang senang dengan kebaikan, keutamaan dan keluhuran budi. Nafsu ini timbulnya dari tulang, timbul dari hidung bagai hati bersinar putih.

Lelaku Puasa.

Ritualnya di mulai dengan reresik raga ( membersihkan badan ). Badan harus bersih dari kotoran dunia, caranya dengan siram jamas ( mandi besar ).
Kalau perlu menggunakan kumkuman ( rendaman ) bunga lima warna, Mawar, Melati, Kenanga, Kanthil putih, Kanthil kuning. Waktu mandi membaca doa ” Ingsun Adus Ing Banyu Suci, Kang adus badan sejati, Kakosokan nyowo sejati, Amulyaaken kersane Pangeran ( Aku mandi di air suci, Yang mandi badan sejati, membersihkan nyawa sejati, memuliakan takdir Illahi.

Lelaku, jangka waktu puasa ini sehari semalam yang di mulai pukul 24.00 WIB di akhiri pukul 24 WIB hari berikutnya. lelaku puasa yang lebih bersifat khusus. Jangka waktunya 3 hari. Keistimewaan puasa ini menurut pinisepuh ( para arif ) jawa terletak pada nilai amalannya. Seseorang yang melakukan puasa dina dulur ini, nilai amalannya hampir sama dengan puasa 40 hari. Keistimewaan lain adalah terletak pada mustikanya. Puasa ini di yakini dapat menyelesaikan problematika hidup yang sangat berat dalam waktu yang sangat mendesak.

Tiga weton dan buang sengkala.

Ritual Puasa dina dulur ini selama 3 hari, dan harus tepat pada hari Selasa Kliwon, Rabu Legi dan Kamis Pahing. Tentu saja ini dari hitungan kalender jawa, atau umumnya dalam satu bulan terdapat 3 hari yang berurutan ini. Tinggal kita saja yang menentukan ada kesiapan atau tidaknya niatan yang mantap untuk menjalankan lelaku puasa khusus ini.Jangka waktunya juga sama dengan waktunya puasa puasa kejawen lainnya. Dimulai ( sahur ) pada pukul 24 WIB di akhiri ( Berbuka ) pada pukul 24 WIB hari berikutnya. Demikian juga kesiapan jiwa raga seseorang yang hendak berpuasa. Di pagi harinya, sebelum hari (H) ia wajib melakukan pembersihan diri dengan cara " siram jamas " ( mandi besar ) lebih baik kalau menggunakan kumkuman ( rendaman ) bunga setaman yang baru di beli di pasar.

Cara mandi jamas ini tidak boleh sembarangan. Rendaman bunga yang tercecer itu harus di kumpulkan dan di larung ( di buang ) di sungai. Hal ini di dasarkan pada mitos "sengkala" ( nasib buruk/dosa dosa ). Termasuk sifat buruk dan nafsu dalam diri manusia harus harus di buang jauh. Larung di maknakan di buang jauh. Sedangkan sungai ( muaranya menuju lautan bebas ) sebagai simbol dunia luas dan tak terbatas.

Bubur Lima Warna.

Akan lebih sempurna bila dalam ritual larung ini di sertakan sesajen berupa bubur lima warna. Hitam, putih, Merah, Kuning dan merah di beri titik putih. Lima warna ini berarti menghormat pada " Keblat Papat Limo Pancer " ( Keblat 4 5 bumi tempat berpijak ). Hitam berada di utara, merah di selatan, kuning bertempat di barat dan putih berada di timur.Khusus Filosofi bubur merah bertitik putih, sebenarnya di artikan penghormatan kepada orang tua. Bisa juga sesepuh ( leluhur kita ) baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Namun dalam khasanah kiblat tadi di maknakan pancer.Tentang bubur lima macam ini bisa kita kaitkan dengan simbolisasi bunga lima warna. Dan semua unsur ini di maksudkan sebagai pelengkap sebelum melakukan puasa dino dulur. tetapi jauh di balik ini semua ada mitos bahwa semua unsur itu sebagai pendukung ( kekuatan batin ) dalam melaksanakan puasa. Sekaligus penguat dan peneguh iman seseorang dalam menjalankan ritual puasanya.

Saudara-Saudara Halus / Sedulur papat kalimo pancer

Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :

a. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
b. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
c. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
d. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.

Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )
mereka itu selalu bersama kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan meraka. Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan, seperti : minum, makan, belajar, bekerja, meyopir, mandi dam lain-lain.

Dalam batin kamu mengundang mereka, misalnya :
1. Semua saudara halusku, saya mau makan, bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu selamat pada saat makan dam makanan itu juga baiak untukmu.
2. Semua saudara halusku, bantulah saya untuk menyopir mobil dengan selamat sampai kantor. Ini artinya kamu kan menyopir dengan selamat sampai ke kantor, tidak ada kecelakaan yang terjadi pada kamu, pada mobil dan yang lain-lain.
3. Semua saudara halusku, saya akan bekerja, bantulah saya supaya bisa meyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan lain-lain.

Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu harus berkata : saya mau tidur lindungilah saya ( reksanen ) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung, katakanlah : “ saya juga hidup “
Dengan mengenali mereka artinya kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika kamu kembali kealam kelanggengan, mereka juga akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru mereka di dunia.
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.

1. Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini. Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati para leluhur dab yang paling penting untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta Hiduo, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Cara yang lengkapuntuk meyebut saudara-saudara halus tersebut adalah : Mar marti, kakang kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat, kalimo pancer .
- Bantulah saya (katakan apa keperluanmu)
- Jagalah saya pada waktu saya tidur
Sebaliknya kamu menyebut nama mereka dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh memanggil mereka semua : saudara halusku.
Tetapi pada saat kamu berdoa atau meditasi, kamu menyebut dengan nama lengkap, juga pada saat kamu memberikan sesaji untuk mereka, katakanlah nama mereka satu demi satu. Kamu hendaknya tahu bahwa kakang kawah dan adi ari-ari adalah yang paling banyak membantu kamu. Kakang kawah selalu berusa dengan sebaik-baiknya supaya semua keinginan dan usahamu terealisir sedangkan adi ari-ari selalu berusaha menyenangkan kamu.
Oleh karena itu pada saat kamu akan melakukan hal yang penting atau sebelum berdoa, sesudah menyebutkan nama lengkap mereka satu persatu, ulangi lagi dengan menyebut kakang kawah dan adi ari-ari untuk membantumu.

2. Selain memberikan sesaji kepada saudara-saudara halus kamu bisa menyucikan diri, antara lain dengan cara berpuasa selama 24 jam, hanya makan buah dan sayuran ; makan nasi putih dan minum air putih ; tidur sesudah tengah malam atau tidak tidur sama sekali dan lain-lain.
Ada juga yang melakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu satu hari sebelum weton, pada saat weton dan sehari sesudah weton yang disebut Ngapit.dengan selalu meminta partisipasi dari saudara-saudara halusmu, ini berarti kamu aktif secara lahir maupun batin
Yang melakukan sesuatu itu bukan hanya aku, tetapi Ingsun yaitu aku-lahir, luar (jobo) bersama dengan aku dari batin (jero). Maka itu orang Jawa yang mau melakukan hal penting berkata : Niat Ingsun.
Dengan melakukan laku spiritual seperti tersebur diatas, biasanya orang berharap supaya hidupnya selamat dan sejahtera, atau untuk penghayatan ilmu sejati merasa lebih dekat kepada hidup sejati atau kasunyatan.


Ini artikel aku cari dan aku log di web kami ini agar setiap aku punya kesempatan dan lupa bisa langsung membuka dan mengingatnya kembali. Menurutku ini penting walaupun belum membuktikan sendiri, saya berharap suatu saat mendapat hidayah yang benar.Amiin


Sumber berita :( http://aindra.blogspot.com/2007/09/puasa-weton-sedulur-4-limo-pancer.html)

 

 



26 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://husnahajar.blogsome.com/2008/05/12/sedulur-papat-limo-pancer-i/trackback/

  1. aku tidak tahu ini baik apa ndak

    Comment by khoirul — May 12, 2008 @ 1:17 am

  2. yang jelas filosofi diatas membuka pengenalan aklan keberadaan kedirian (esensi diri) yang mengarah kepada kesadaran akan dirinya sendiri, semua itu sebaiknya kita tinjau dari sifat dan kalau ditinjau dari nama akan lain jadinya ? dengan mengenal esensi diri maka dialah yang akan mengenal Tuhannya ?
    Masya Allah bagaimana bagi yang menyembah Allah, tapi tidak menganal apa yang disembah ?

    Comment by alam suar — February 27, 2009 @ 6:55 am

  3. @alam suar
    Terima kasih atas kehadiran dan sumbang sarannya, semoga semakin menambah ilmu dan rahmat bagi kita semua. Amiin

    Comment by Administrator — February 27, 2009 @ 9:28 am

  4. mau nanya ni ki……..klu untuk pernafasan nya gimana ki..,mohon dijelaskan,thanks

    Comment by bayu — March 4, 2009 @ 2:35 am

  5. @bayu
    Terus terang aku tidak tahu, tapi kalau sampean ingin lebih ada pdfnya kok
    terima kasih atas kedatangannya.

    Comment by Administrator — March 4, 2009 @ 8:38 am

  6. saya kebetulan lewat dan mampir sejenak kemari , cuma ninggal pesan dari eyang pengging , pertama aja dienggo dolanan , ke dua ihlas niat lillah , ketiga ketahui dununge agama , sedulur 4 adalah 4 anasir pemberian kang Maha Suci wajib dirawat agar tidak kufur nikmat sebab manunggaling sedulur papat dadi pancer adalah alamat jasad halal beribadah, tulodho laku utama ( ikut sunah rasule ) panembahan senopati ( tidak berhenti sholat sampai ajal tiba ) pepati hamarsudi sudane hawa lan nafsu ( rela berkorban apa saja demi menyelamatkan makom kebesaran ( anugrah ) ilahi dari pengaruh konspirasi hawa dan nafsu …..nah cukup pesan pengging muga slamet kang pinanggih.

    Comment by Wayah Pengging — March 16, 2009 @ 7:53 pm

  7. Terima kasih atas kunjungan dan nasehatnya.

    Comment by Administrator — March 18, 2009 @ 12:23 pm

  8. salam kenal….
    semua tulisan mengingatkan kembali kepada sesuatu yang pernah saya pelajari.. dan saya yakini walau saya bukan oran jawa.

    Comment by Muis — May 6, 2009 @ 5:23 am

  9. orang orang yang gak tahu kejawen memang sok tahu dan komentar pintar padahal smua itu salah kaprah:

    sedulur papat itu keterangan salah. kejawen yg murni jawa mengajar ada sedulur 7 yaitu kakang kawah, adi ari-2, adi rah, adi puser, sedulur mar dan marti trus pancer rogo dadi, yang bisa toto wicoro gaib itu mar marti dan kalau pakai sedulur papat tentunya anda tidak tahu gaib jawa, kasihan jadi sesat

    Comment by cokro pandowo — June 3, 2009 @ 9:04 am

  10. TErima kasih atas kunjungannya dan petuahnya.
    Mungkin ini baru lagi aku dengar, mohon lanjutannya.

    Comment by Administrator — June 3, 2009 @ 1:07 pm

  11. Sebenarnya ttg sedulur 7 itu bukan hal baru, hanya islam kejawen yang menyebutkan sedulur 4 limo pancer , tentunya aliran islam kejawen tdk akan pernah tahu dan mengalami ngrogo sukmo dan pengutusan sedulur 7 karna yang dipakai hanya gaib momongan pribadi, bukan gaib utusan , padahal yang bisa diutus dan kerja gaib itu sedulur mar dan marti, dengan sarana mijil sedulur dengan diruwat gugah sedulur 7 kalebet pancer rogo. ini keterangan asli dari kejawen murni dan saya adalah ketua penasehat kejawen sidoardjo (telp. 081.931016243 ) kalau anda pingin tahu ttg kejawen asli peninggalan mojopahit yang penuh misteri gaib, datang ke Paguyuban Kejawen Tirtohusodo, putra mojopahit. jalan gedangan ds. swedi, bentro - juanda -Surabaya.

    Kepercayaan Kejawen di Indonesia yang murni Jawi sangat sedikit sekali, kebanyakan dari Kejawen islam yg sdh banyak direkayasa oleh politik sunan kalijogo, untuk penyebaran islam dan untuk mengkaburkan ilmu-2 kesaktian kejawen yg pernah dimiliki oleh leluhur. datang ketempat kami akan kami gembleng ilmu kesaktian asli kejawen dan pengertian manunggaling kawula mring Gusti. yang dulu pernah di anggap sesat oleh 9 wali, karena 9 wali tidak mampu mengalahkan pawongan siti jenar kang manunggal jawi.

    Comment by cokro pandowo — June 4, 2009 @ 2:52 am

  12. orang yang belajar ilmu sedulur gaib tanpa mengikutkan sedulur mar lan marti dan hanya sedulur 4 limo pancer, pastilah orang-2 itu akan sia-sia mempelajarinya, karena tdk akan pernah merasakan gaib. hanya perasaan-2 saja apalagi trawangan … hanya nggedabrus penuh dengan tipu daya halusinasi. tidak ada bedanya dengan istigosah gaib yang di lakukan oleh sekelompok aliran islam kejawen di surabaya yang hanya mengandalkan rabaan gaib yg tidak pasti. kasihan mereka terjebak kahanan SEMAR DIDENG kesemsem barang kang samar tanpo hasil dadi gendeng,

    Rahayu.

    Comment by cokro pandowo — June 4, 2009 @ 3:08 am

  13. Sabdo gaib :.——-( dikutip dari kitab purwaning dumadi )

    nora bakal kepincut marang gugahing ragamu
    yen adiku mar lan marti tanpo kasebut mring jati gaib
    nora bakal wewarah yen adiku mar lan marti tanpo manunggal jati, nora bakal ngayomi rahayu yen adiku mar lan marti kawujud supe. ( artinya belajar ttg sedulur gaib tanpa mengikutkan, menyatukan, dan mengingat mar dan marti akan sia-sia hasilnya hanyalah penglihatan yg menipu ) smoga ini menjadi pelajaran berharga.

    Comment by WONG JAWI — June 4, 2009 @ 5:40 am

  14. nggih leres mas niku ( salam dari konco kantor ) mugo-mugo smua orang jawa mau melek, diberi terang ttg kejawen.

    Rahayu.

    Comment by cokro pandowo — June 4, 2009 @ 5:43 am

  15. Secara pribadi aku tertarik sebagai “wacana” baru bagi saya pribadi. TApi kenapa begitu jauh ya…adakah di semarang..?

    Comment by Administrator — June 4, 2009 @ 9:49 am

  16. sebenarnya keterangan di WEB lain ttg mar lan marti sangat banyak, sampean liatlah, tapi saya melihat hanya cara menghidupkan gaibnya yang mereka gak tahu dan hanya perkiraan saja dengan ubo rampe dan sesaji, padahal masih ada sarana nafas dan meditasi untuk melihat dan mewujudkan gaibnya sedulur pitu ditambah dengan gugah rasa sukmo sejati yang punya asmo ( antaranya Konto Rupo dan Konto warno ) laki-2 ( kanti warni dan kanti rupi ) perempuan. disitu sampean akan melihat dan merasakan gerakan dan bayangan sedulur mar lan marti. yang bisa disuruh kemana aja. di daerah SEMARANG ada paguyubannya dipimpin pak totok tepatnya dimana saya lupa tapi rumahnya dipinggiran sungai bengawan dekat greja Kristen Pantekosta. Rahayu

    Comment by cokro pandowo — June 5, 2009 @ 2:07 am

  17. rahayu
    perlu diketahui untuk pengetahuan yang lebih akurat dan benar
    mengenai sedulur papat 5 pancer hanya ada di kejawen
    yang jelas ada itu adalah sedulur pitu bukan sedulur papat.
    banyak pihak yang tidak faham tapi bilangnya tahu betul dan benar .
    rahayu/singo lajer

    Comment by mas tirto — June 5, 2009 @ 5:30 am

  18. Bisa ndak mengaktifkan sedulur 7 nya kita share disini…?

    Comment by Administrator — June 13, 2009 @ 4:34 am

  19. hajar site sae -nguri-uri warisan budaya leluhur , kaleresan kula piyambak pikantuk wejangan2 mekaten saking bapak kula piyambak Soedjiman lan saking pak de Toekimin Hadi Soecipto saking Solo= matur nuwun Mas Hajar….

    Comment by bambang subagio — July 28, 2009 @ 6:52 pm

  20. Mungkin wejangan itu bisa dishare disini agar kita semua jadi semakin luas wawasannya dalam sedulur kita itu.
    Terima kasih atas kunjungannya.

    Comment by Administrator — July 29, 2009 @ 6:43 am

  21. selamat siang
    saya widi nugroho di jakarta,
    saya ingin sekali bisa diskusi ttg sedulur kita
    saya orang jawa yg lahir dan besar di jakarta,
    masih awam ttg itu, tlg di jabarkan agar kita semua mengerti ttg jati diri kita semua mks

    Comment by widinugroho — August 28, 2009 @ 5:49 am

  22. Itu comment dari Pak Cokro di judul sedulur papat limo pancer 3 cukup banyak mas, mungkin disana kita bisa mengambil apa yang ingin kita ambil bahkan kita amalkan.

    Terima kasih atas kunjungannya.
    Rahayu

    Comment by Administrator — September 3, 2009 @ 3:35 am

  23. Kenapa kejawen selalu dihubungkan dengan hindu atau islam ?
    Kok tidak berdiri sendiri sebagai tatacara menuju kesempurnaan hidup ?
    Mohon petuahnya.
    Terima kasih.

    Comment by Jati Kaltim — October 17, 2009 @ 12:05 am

  24. ARTIKEL YANG BAGUS UNTUK KITA SIMAK BERSAMA

    Comment by ki bintang timur — October 25, 2009 @ 12:13 pm

  25. @ Mas jati :
    Mungkin bisa ditanyakan pada para sesepuh yang kebetulan mampir disini seperti ki Cokro mas. Rahayu

    @ki Bintang :
    Terima kasih untuk kunjungannya , semoga Tuhan memberi kekuatan kepada kita untuk menjaga kebudayaan Jawa.Amiin

    Comment by Administrator — October 31, 2009 @ 2:43 am

  26. Assalamu’alaikum…

    Salam kenal saking Kutilang… Setiap kali saya membaca artikel tentang kejawen ada perasaan “Gumrigah” dalam batin saya, seperti Pingin cepat2 pulang… tapi saya tahu belum cukup bekal untuk kembali…

    Sesepuh & Sederek sedoyo, bisa tidak ya, bagi2 artikel yang lengkap ke email saya?? saya sendiri orang jawa yang besar dipekanbaru, cukup jauh dari pulau jawa… satu tahun terakhir ini saya “kranjingan”/tergila2 sama masalah kejawen… kalau saja di pekanbaru banyak tempat utk sya bertanya, tapi hidup diperantauan, bisa bahasa jawa saja sudah cukup baik… nuwun, Rahayu…

    Comment by Kutilang — November 9, 2009 @ 4:49 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ASP.NET/C#/VB.NET

↑ Grab this Headline Animator

Langganan Artikel Terbaru

Delivered by FeedBurner

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Search:


Other:

Meta:

  • Setya Tuhu